Bandar Lampung – Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung menggelar rapat kerja bersama seluruh kepala puskesmas se-Kota Bandar Lampung.
Rapat tersebut tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga ajang mengurai berbagai persoalan mendasar layanan kesehatan tingkat pertama.
Ketua Komisi IV, Asroni Paslah, menegaskan bahwa puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan. Karena itu, kualitas layanan di tingkat dasar harus benar-benar diperhatikan, baik dari sisi tenaga medis, fasilitas, maupun dukungan anggaran.
Dalam rapat terungkap sejumlah tantangan, mulai dari distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, keterbatasan alat medis, hingga kebutuhan perbaikan infrastruktur di beberapa puskesmas. Selain itu, program promotif dan preventif dinilai perlu diperkuat untuk menekan angka penyakit yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.
Komisi IV meminta Dinas Kesehatan melakukan pemetaan kebutuhan riil di setiap puskesmas agar intervensi kebijakan dan anggaran pada 2025 lebih tepat sasaran. DPRD juga memastikan akan melakukan pengawasan berkelanjutan terhadap realisasi program kesehatan.
“Pelayanan kesehatan tidak boleh setengah hati. Masyarakat membutuhkan akses yang cepat, fasilitas memadai, dan tenaga medis yang profesional,” tegas Asroni.
Melalui evaluasi ini, DPRD berharap pembenahan sektor kesehatan di Kota Bandar Lampung tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.(Rdo)