Bandar Lampung — DPRD Kota Bandar Lampung menyoroti masih minimnya strategi branding wisata yang dilakukan pemerintah kota. Padahal, sektor pariwisata dinilai memiliki potensi besar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola dan dipromosikan secara maksimal.
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Zainal Abidin, menilai Dinas Pariwisata perlu memanfaatkan media sosial secara lebih agresif sebagai instrumen promosi. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) evaluasi anggaran 2025 di ruang Komisi II DPRD.
Menurutnya, perubahan pola promosi di era digital tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional. Platform seperti TikTok, Instagram, dan Facebook terbukti mampu membentuk persepsi publik dan meningkatkan kunjungan wisata.
Ia mencontohkan bagaimana Pantai Sebalang di Tarahan, Lampung Selatan, yang awalnya dianggap destinasi biasa, namun menjadi ramai setelah masif dipromosikan melalui media sosial.
“Bagaimana media sosial mengangkat sebuah tempat yang sebelumnya biasa saja menjadi tujuan wisata. Ini yang perlu kita tiru untuk Bandar Lampung,” ujarnya.
Sebagai ibu kota Provinsi Lampung, Bandar Lampung dinilai memiliki banyak potensi wisata, mulai dari panorama Teluk Lampung, wisata kuliner, hingga ruang publik yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik kota.
Zainal mendorong Dinas Pariwisata menggandeng konten kreator dan influencer lokal untuk membangun citra kota secara konsisten dan terarah. Strategi tersebut, menurutnya, dapat meningkatkan kunjungan wisatawan yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap sektor perhotelan, restoran, dan pajak daerah.
“Kalau wisatawan meningkat, otomatis sektor usaha bergerak. Itu akan berdampak pada PAD,” tegas legislator tersebut.
Dalam RDP yang dipimpin Ketua Komisi II Agusman Arief, turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Ardiansyah beserta jajaran.
DPRD berharap strategi branding digital tidak hanya menjadi wacana, melainkan diikuti langkah konkret dan terukur, termasuk penyusunan konsep promosi yang berkelanjutan serta evaluasi dampak terhadap peningkatan PAD.
Dengan kompetisi antar daerah yang semakin ketat, DPRD menilai momentum digital harus dimanfaatkan secara serius agar Bandar Lampung tidak tertinggal dalam perebutan pasar wisata regional. (Rdo)

BACA :  Ground Tank Tak Maksimal, DPRD Bandar Lampung Soroti Risiko Kebakaran