PRINGSEWU (gemamedia)
Apel Siaga Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di era Pandemi Covid-19 digelar di lapangan Pemkab Pringsewu, Senin (22/6/20).
Apel ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dimana seluruh peserta apel dan yang hadir tanpa terkecuali, sebelum memasuki lapangan, wajib mencuci tangan menggunakan sabun pada tempat yang telah disediakan, memakai masker, serta diperiksa satu persatu suhu tubuhnya oleh petugas Satgas Terpadu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu.
Bertindak sebagai pembina apel yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara, anggota Kepolisian, prajurit TNI, APDESI, serta elemen masyarakat Pringsewu ini adalah Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi. Juga hadir, Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Dandim 0424 beserta jajaran muspida dan instansi vertikal lainnya, para kepala OPD, serta para Camat se Kabupaten Pringsewu.
Pada kesempatan tersebut juga di lakukan pemberian bantuan suplemen vitamin secara simbolis kepada perwakilan ASN, anggota Polri, prajurit TNI serta unsur masyarakat oleh Wabup Pringsewu didampingi Kapolres dan Dandim serta unsur Muspida lainnya.
Membacakan amanat Bupati Pringsewu H.Sujadi yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu, Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi mengatakan beradaptasi dan hidup berdampingan dengan Covid-19 bukan sesuatu yang mudah dilakukan, karena itu WHO menyarankan untuk memulai dengan menerapkan pola hidup The New Normal atau Tatanan Baru, yaitu bagaimana agar masyarakat dapat produktif dan beraktivitas secara normal, dengan tetap menerapkan seluruh protokol kesehatan, agar terhindar dari penularan Covid-19.
Sebagai tahapan awal untuk persiapan penerapan tatanan baru tersebut, kata Fauzi, yakni bagaimana seluruh masyarakat teredukasi dan berkomitmen untuk disiplin menjalankan seluruh protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadi contoh dan mengedukasi masyarakat agar disiplin dalam penerapan pedoman pelaksanaan tatanan baru, yakni dengan mengenakan masker, kemudian batasan interaksi sosial di ruang publik juga harus ada pengaturannya, seperti di sekolah, tempat kerja, mall, dan sarana transportasi.
Kemudian pengurangan kapasitas 50% dari kapasitas biasa, juga physical distancing atau menjaga jarak minimal 1 meter saat berada di tempat umum atau berinteraksi sosial. Selain itu, dengan menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun setiap akan dan selesai beraktifitas, serta jangan bosan untuk terus mengedukasi mengenai protokol kesehatan dan mengingatkan masyarakat di sekitar kita bahwa pandemi Covid-19 ini belum berakhir.
Terkait penerapan kinerja dalam masa pelaksanaan tatanan baru untuk Aparatur Sipil Negara di tempat kerja, disampaikan juga bahwa para pegawai wajib memakai masker, memastikan suhu tubuhnya tidak melebihi 37.5°C dengan menggunakan alat pengukur suhu tubuh, penyediaan sarana cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir di ruangan terbuka atau halaman kantor, pengaturan dan pembatasan jumlah orang dalam ruangan kerja, serta menjaga jarak.
Kemudian sterilisasi secara reguler terhadap sarana dan prasarana kerja, dan aturan-aturan lainnya.
Terkait kegiatan keagamaan, lanjutnya, pihaknya juga telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Pringsewu No.15 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman di Masa Pandemi Covid-19, yang diharapkan menjadi pedoman seluruh tempat ibadah dalam menjalankan aktivitas ibadah agar terhindar dari penyebaran Covid-19.
Termasuk, himbauan kepada seluruh pelaksana sektor layanan publik, pelaku usaha, pasar, pertokoan, mall, pendidikan, pariwisata dan lainnya, agar berpatisipasi dengan terus menerapkan dan memfasilitasi semua kebutuhan penunjang sesuai ketentuan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.
Sementara itu, setelah pelaksanaan apel, dilakukan peninjauan langsung terkait penerapan tatanan normal baru tersebut di pasar tradisional, masing-masing di Pasar Pringsewu dan Gadingrejo. Wabup didampingi Kapolres serta Dandim juga menghimbau masyarakat serta pengunjung untuk selalu mengenakan masker serta menjaga jarak, dan lainnya. (*)
____________________________
Penganugerahan Penghargaan Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru
PRINGSEWU – Bupati Pringsewu H.Sujadi mengikuti acara Penganugerahan Penghargaan Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru di Kementerian Dalam Negeri RI Jakarta.
Kegiatan yang digelar oleh Kemendagri ini diikuti sebanyak 460 daerah, baik provinsi, kabupaten dan kota se Indonesia.
Bupati Pringsewu didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Andi Wijaya, ST, MM, Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik sekaligus Plt Kadis Kesehatan Relawan, SE, Kadis Kominfo H.Samsir Kasim, M.Pd.I., Plt Kadispora dan Pariwisata Suchairi Sibarani, S.Pd., MIP, Sekretaris Bappeda Eko Sumarni, dan Sekdis Koperindag Supriyanto ini mengikuti acara tersebut secara virtual dari Aula Utama Pemkab Pringsewu, Senin (22/6/20).
Wakil Presiden RI Prof.Dr.KH.Ma’ruf Amin saat menyampaikan sambutannya dari Istana Wakil Presiden Jakarta mengatakan seluruh daerah di Indonesia dan hampir seluruh negara di dunia mengalami dampak pandemi Covid-19. Dampak pandemi ini begitu luas dan multi dimensi.
Dikatakan Ma’ruf, banyak negara di dunia mengambil langkah ekstrim untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, yakni dengan melakukan lock-down. Namun demikian, Indonesia tidak menempuh hal tersebut, dan memilih melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), itulah yang selama ini dikenal dengan istilah Bekerja, Belajar dan Beribadah Dari Rumah.
Salah satu yang dilakukan pemerintah, lanjut dia, adalah dengan meningkatkan kapasitas pelayanan medis agar mereka yang terpapar Covid-19 dapat terlayani dengan baik. Selain itu, pemerintah juga tengah serius mengkaji penerapan New Normal, agar masyarakat tetap produktif.
Oleh karena itu, Wapres sangat menghargai dan mengucapkan terimakasih serta apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri dalam upaya mempersiapkan tatanan normal baru tersebut, yakni dengan menggelar Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru, serta memberikan penghargaan bagi daerah-daerah terbaik dalam menerapkan Tatanan Normal Baru tersebut.
Mengapa inovasi ini sangat penting ? Menurut Wapres, hal tersebut dikarenakan tatanan kehidupan kita akan berubah drastis dan berbeda dari sebelumnya.
Akan tetapi, ada rambu-rambu yang dikeluarkan WHO terkait penerapan New Normal ini, yakni penularan virus di suatu wilayah tersebut terkendali, kemudian tersedianya layanan dan sistem kesehatan masyarakat, serta perubahan perilaku hidup masyarakat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Oleh karena itu, kata mantan Ketua MUI ini, semuanya membutuhkan Inovasi.
Sementara itu, beberapa daerah dinyatakan sebagai pemenang lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru yang terbagi atas 7 sektor.
Untuk pemenang pertama, di kategori Sektor Pasar Tradisional (Provinsi Bali), Sektor Pasar Modern (Kabupaten Aceh Tamiang), Sektor Restoran (Provinsi Lampung), Sektor Perhotelan (Kota Pekanbaru), Sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Kabupaten Trenggalek), Sektor Transportasi Umum (Kota Bengkulu), dan Sektor Pariwisata (Kabupaten Sigi). (*)