Bandarlampung (gemamedia)
Suasana berbeda di Kantor BJB KC Bandar Lampung. Seorang mahasiswa internasional asal Mesir, Hasheem Ibrahim Mandour, tengah menjalani program magang dan menjadi sorotan karena keterlibatannya dalam pengembangan solusi berbasis teknologi informasi di dunia perbankan.
Hasheem Ibrahim Mandour merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menjadi peserta Program Magang Berdampak Mandiri. Program tersebut diikuti 68 mahasiswa IIB Darmajaya dan berlangsung di berbagai perusahaan selama empat bulan, mulai 1 April hingga 31 Juli 2026.
Dalam program tersebut, Hasheem mendapatkan kesempatan belajar langsung mengenai sistem kerja industri perbankan sekaligus mengimplementasikan keilmuan Teknik Informatika di lingkungan kerja nyata di BJB KC Bandar Lampung.
Selama menjalani magang, mahasiswa asal Mesir tersebut tidak hanya beradaptasi dengan budaya kerja di Indonesia, tetapi juga didorong untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang berpotensi diselesaikan melalui pendekatan teknologi digital.
Dosen pembimbing magang, Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom., saat melakukan kunjungan monitoring pada Selasa (2/6/26), mengarahkan Hasheem agar mampu menangkap berbagai problem di lingkungan kerja yang dapat disolusikan menggunakan keilmuan di bidang Teknik Informatika.
“Magang bukan sekadar hadir di dunia kerja, tetapi bagaimana mahasiswa mampu melihat peluang inovasi dan menghadirkan solusi nyata berbasis teknologi,” ujar Prof. Said saat kunjungan berlangsung.
Menurutnya, pengalaman internasional yang dimiliki Hasheem menjadi nilai tambah dalam menghadirkan perspektif baru terhadap pengembangan layanan digital di sektor perbankan.
Program Magang Berdampak Mandiri sendiri dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa sekaligus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kehadiran mahasiswa internasional seperti Hasheem juga menjadi bukti semakin terbukanya ruang kolaborasi global dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.
Dengan semangat lintas budaya dan dukungan akademik yang kuat, Hasheem Ibrahim Mandour diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat selama masa magang, tetapi juga memberi kontribusi bagi pengembangan layanan teknologi di sektor perbankan.(**)
![]()