Bandar Lampung – Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Widodo, meminta Pemerintah Kota Bandar Lampung memprioritaskan penanganan banjir secara menyeluruh dibandingkan proyek-proyek yang bersifat estetika.
Menurut Agus, memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari, mitigasi banjir harus menjadi fokus utama guna mencegah terulangnya banjir besar seperti yang terjadi pada 2025 lalu. Ia menilai penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan secara parsial atau tambal sulam.
“Saya sudah lama mengingatkan, baik dalam rapat Badan Anggaran maupun melalui interupsi di Sidang Paripurna. Fokus utama kita seharusnya adalah penanganan banjir,” ujar Agus, Selasa (3/2/2026).
Ia mendorong Pemkot segera menyusun master plan drainase atau manajemen tata air kota yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tanpa perencanaan yang komprehensif, Agus menilai persoalan banjir akan terus berulang meski anggaran telah digelontorkan.
“Kita perlu peta air dan master plan drainase yang jelas. Ini memang membutuhkan anggaran besar, tetapi menyangkut hajat hidup masyarakat luas,” tegasnya.
Selain perencanaan jangka panjang, Agus juga menyoroti sedimentasi saluran drainase yang masih menjadi persoalan di banyak titik kota. Penumpukan sedimen kerap menyebabkan aliran air tersumbat dan memicu genangan.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota, DPRD, perangkat wilayah, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat saluran drainase.
Terkait wacana pembangunan Kampung Warna-Warni, Agus menegaskan pembangunan daerah harus berpijak pada kebutuhan mendasar masyarakat. Selain penanganan banjir, perbaikan infrastruktur jalan juga disebutnya sebagai prioritas yang perlu segera ditangani

BACA :  Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Evaluasi Puskesmas, Soroti Kekurangan Tenaga dan Fasilitas