Bandar Lampung – DPRD Kota Bandar Lampung menyoroti serius menipisnya ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) di Kota Tapis Berseri. Kondisi ini menimbulkan keresahan masyarakat, terutama terkait penanganan kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) yang membutuhkan tindakan cepat.
Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Asroni Paslah, menegaskan pihaknya akan segera mendorong penambahan stok vaksin melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan.
“Kami akan mengajukan usulan penambahan persediaan VAR agar penanganan kasus gigitan hewan rabies dapat segera dilakukan. Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat,” tegas Asroni, Selasa (26/8/2025).
Menurutnya, rabies bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga persoalan sosial yang dapat berakibat fatal bila korban gigitan tidak segera mendapatkan vaksin.
“Kekurangan vaksin bisa memperbesar risiko fatal. Kita tidak boleh sampai kehilangan nyawa hanya karena pasokan terbatas,” lanjutnya.
DPRD juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dengan Dinas Kesehatan agar distribusi vaksin berjalan lancar, tepat waktu, dan sampai ke masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, edukasi tentang bahaya rabies dan kewajiban segera mendapat vaksin setelah digigit hewan penular harus lebih gencar dilakukan.
Asroni mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap hewan yang berpotensi menularkan rabies seperti anjing, kucing, dan kera. Bila terjadi gigitan, warga diminta segera menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh perawatan.
“Penambahan stok vaksin dan edukasi harus berjalan beriringan. Kami terus mendorong pemerintah untuk bertindak cepat demi melindungi warga dari bahaya rabies,” pungkasnya.