Lampung Utara (gemamedia)
Dewan Pengurus Cabang Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Lampung Utara menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dengan mengusung tema “Kolaborasi Pedagang Pasar Menuju Indonesia Maju dan Bermartabat”, di Cafe La Bosque Kotabumi, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pedagang pasar, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan sektor perdagangan rakyat.
Musda turut dihadiri Sekretaris Umum DPW APPSI Provinsi Lampung Rio Yulians, S.T., Ketua Harian DPW APPSI Provinsi Lampung Refky Renaldy, S.Sos., anggota DPRD Lampung Utara Komisi II Rahmatullah, S.H., perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara Hendri, S.H., M.M., serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Sekretaris Umum DPW APPSI Provinsi Lampung Rio Yulians menegaskan bahwa APPSI Lampung Utara memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam membangun perekonomian daerah, khususnya melalui pemberdayaan pedagang pasar.
“APPSI Lampung Utara diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam kemajuan pedagang-pedagang pasar, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujar Rio.
Sementara itu, Ketua APPSI Lampung Utara Muhammad Tahta Rona Yacub, S.H., M.H. menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan pedagang pasar tradisional di Kabupaten Lampung Utara.
“APPSI akan menjadi garda terdepan bagi para pedagang pasar yang ada di Lampung Utara serta berkontribusi dalam mewujudkan Lampung Utara yang maju dan bermartabat,” kata Tahta.
Melalui pelaksanaan Musda ini, APPSI Lampung Utara diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang solid serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan sektor perdagangan modern.
Musda juga menjadi wadah untuk menyusun program kerja organisasi yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan pedagang, penguatan kelembagaan, serta mendorong terciptanya pasar tradisional yang lebih tertata, kompetitif, dan berdaya saing sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi daerah.
![]()