Bandarlampung (gemamedia)
(Unila): Di balik ribuan peserta yang mengikuti Seleksi Mandiri Masuk (SMM) Universitas Lampung (Unila) pada Rabu, 8 Juli 2026, tersimpan dedikasi para teknisi yang bekerja sejak dini hari agar setiap peserta dapat mengikuti ujian tanpa hambatan.

Berpusat di Gedung UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Unila, pelaksanaan ujian berlangsung lancar berkat kesiapan teknis yang dipersiapkan secara matang.

Bagi para teknisi, kelancaran ujian bukan sekadar memastikan komputer menyala atau jaringan internet berfungsi. Mereka memandang setiap peserta sebagai generasi penerus yang sedang menjemput cita-cita melalui pendidikan tinggi. Karena itu, seluruh persiapan dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.

Operator Layanan Operasional UPA TIK Unila sekaligus teknisi pelaksana SMM, Aditya Dwi Abrianto, menjelaskan, persiapan telah dimulai sejak sehari sebelum ujian. Seluruh perangkat diuji melalui simulasi, mulai dari aplikasi, akun ujian, hingga fungsi komputer dan jaringan.

“H-1 kami melakukan uji coba seluruh perangkat. Semua laptop dan PC dihidupkan, kemudian dilakukan simulasi pengerjaan soal untuk memastikan aplikasi dan akun berjalan normal. Seluruh teknisi di setiap blok ikut terlibat sesuai tugas masing-masing sehingga saat ujian dimulai semuanya sudah siap,” ujarnya.

BACA :  FMIPA Gelar Webinar Leadership Recharging Kepemimpinan WCU Wujudkan Universitas Berkelas Dunia

Pada pelaksanaan ujian, UPA TIK Unila mengoperasikan 290 perangkat komputer dan laptop yang tersebar di berbagai ruang ujian. Setiap blok terdiri atas 20 perangkat yang didampingi seorang teknisi dan seorang pengawas sehingga apabila terjadi kendala dapat segera ditangani tanpa mengganggu jalannya ujian.

Menurut Aditya, hingga hari kedua pelaksanaan SMM seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. “Alhamdulillah sampai hari ini pelaksanaan berjalan 100 persen lancar. Tidak ada gangguan pada perangkat maupun jaringan,” terangnya.

Dedikasi para teknisi bahkan dimulai sejak sebelum matahari terbit. Demi memastikan seluruh fasilitas siap digunakan peserta, mereka telah berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB. Setibanya di lokasi, mereka langsung memeriksa kondisi perangkat, jaringan internet, pasokan listrik, hingga sistem pendingin ruangan agar seluruh ruang ujian siap digunakan tepat waktu.

“Setelah salat subuh kami langsung berangkat. Sesampainya di kampus kami memastikan seluruh perangkat hidup, listrik aman, AC berfungsi, jaringan normal, semuanya harus benar-benar siap sebelum peserta datang. Bahkan kalau terjadi gangguan listrik pun kami sudah menyiapkan langkah antisipasinya,” jelasnya.

BACA :  Prodi S-1 Pendidikan Bahasa Inggris Gelar Asesmen Lapangan oleh LAMDIK

Bagi Aditya dan rekan-rekannya, pekerjaan sebagai teknisi bukan hanya menjalankan tugas operasional, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan para calon mahasiswa meraih masa depan.

“Kami ingin mempermudah mereka dalam menggunakan perangkat yang ada, jangan sampai ada peserta yang terhambat karena masalah teknis. Kami memandang mereka sebagai penerus bangsa. Untuk dunia pendidikan, kami bekerja setulus hati agar mereka bisa mengikuti ujian dengan baik,” tuturnya.

Pelaksanaan SMM Unila tahun 2026 menjadi bukti keberhasilan sebuah ujian tidak hanya ditentukan oleh kesiapan peserta, tetapi juga oleh dedikasi banyak pihak yang bekerja di balik layar.

Dari ruang server, jaringan, hingga perangkat komputer yang telah dipastikan siap sejak pagi, para teknisi UPA TIK Unila turut mengambil peran penting dalam menjaga kelancaran langkah ribuan calon mahasiswa menuju gerbang pendidikan tinggi. [Riky Fernando]

Loading