Metro (gemamedia)
(Unila): Dosen Universitas Lampung (Unila), Dr. Arie Fitria, S.I.P., D.E.A., M.T., mengembangkan Kampung Prancis (Village Français) sebagai ruang pembelajaran bahasa dan budaya Prancis bagi masyarakat di Kota Metro.
Melalui komunitas tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh akses belajar bahasa asing, tetapi juga diajak mengenal sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Metro sekaligus memperluas wawasan lintas budaya.
Kampung Prancis diresmikan pada 24 Agustus 2025 melalui kolaborasi Unila dan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro. Hingga saat ini, komunitas tersebut memiliki 32 anggota yang tergabung dalam grup WhatsApp, sementara sekitar 20 warga aktif mengikuti kegiatan pembelajaran secara rutin bersama anak-anak mereka.
Arie, sebagai salah satu penggerak Kampung Prancis, menjelaskan, komunitas tersebut dikembangkan bersama para pencinta bahasa Prancis dengan dukungan Ikatan Alumni Prancis Indonesia (IAPI) Lampung, termasuk Rektor Unila dan Irfan Nuranda Djakfar.
Pembentukan Kampung Prancis dilatarbelakangi sejarah Blok Kaledonia di Desa Totokaton yang menjadi tempat bermukimnya sebagian keturunan pekerja asal Indonesia yang pernah menetap di Kaledonia Baru, wilayah Prancis, sebelum kembali ke tanah air setelah Indonesia merdeka.
Berangkat dari sejarah tersebut, Kampung Prancis dibentuk sebagai ruang pembelajaran untuk mengenalkan bahasa dan budaya Prancis sekaligus menjaga warisan sejarah yang dimiliki masyarakat Metro.
Arie menuturkan, Kampung Prancis tidak hanya menjadi ruang belajar bahasa Prancis, tetapi juga dirancang untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dengan melestarikan sejarah sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kehadiran Village Français dapat membawa manfaat, seperti melestarikan sejarah sekaligus berdampak bagi warga di sekitar Village Français sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas SDM,” tuturnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pembelajaran bahasa Prancis hingga pengenalan budaya Prancis, termasuk gastronomi Prancis melalui kegiatan International Community Service (ICS). Pembelajaran dilaksanakan melalui metode ceramah, praktik, serta menghadirkan penutur asli sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar secara lebih langsung.
Antusiasme masyarakat terhadap Kampung Prancis terus menunjukkan perkembangan positif. Tidak hanya warga sekitar, masyarakat dari luar wilayah juga mulai mencari informasi mengenai kegiatan maupun materi pembelajaran yang diselenggarakan komunitas tersebut.
Pelaksanaan kegiatan mulai menunjukkan dampak positif. Peserta menunjukkan minat belajar dan rasa ingin tahu yang semakin tinggi terhadap bahasa dan budaya Prancis. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa, pembelajaran yang diberikan turut mendorong peserta untuk lebih menghargai perbedaan melalui pengenalan budaya negara lain.
Arie menambahkan, pembelajaran bahasa dan budaya Prancis juga menjadi sarana untuk mengembangkan soft skill peserta sehingga mampu beradaptasi dengan lingkungan yang lebih beragam dan memiliki wawasan internasional.
“Melalui pembelajaran bahasa dan budaya Prancis dapat meningkatkan soft skill, termasuk kemampuan beradaptasi dengan orang asing dan memiliki wawasan dalam pergaulan internasional,” ujarnya.
Keberadaan Kampung Prancis turut mendapat dukungan dari Unila dan Pemkot Metro sebagai bagian dari upaya mendukung Metro sebagai kota pendidikan. Dukungan tersebut memperkuat pengembangan berbagai kegiatan pembelajaran yang melibatkan masyarakat.
Ke depan, Kampung Prancis membuka kesempatan bagi lebih banyak pencinta bahasa Prancis maupun masyarakat yang memiliki kemampuan berbahasa Prancis untuk berkontribusi dalam pengembangan komunitas. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu melahirkan lebih banyak ide kreatif sehingga manfaat Kampung Prancis dapat dirasakan masyarakat yang lebih luas.
Melalui kolaborasi Unila dan Pemkot Metro, Kampung Prancis diharapkan terus berkembang sebagai ruang pembelajaran bahasa dan budaya yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Pengembangannya menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian sejarah, memperluas wawasan lintas budaya, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Metro. [Magang_Yuki Azzahra]
![]()