Rycko : Pesta Demokrasi Bukan Untuk Membuat Perpecahan

oleh

Bandarlampung (gemamedia)
Selama dua hari penuh, Sabtu-Minggu, 19-20 September, pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Bandar Lampung, Rycko Menoza dan Sulaiman melakukan roadshow keliling 20 kecamatan se Bandar Lampung dalam program kader PKS menyapa.

Ketua DPD PKS Kota Bandar Lampung Aep Saripudin menjelaskan, program kader menyapa adalah program inisiasi dari pengurus PKS agar pasangan Rycko Jos menyapa seluruh kader PKS yang ada di 20 kecamatan. Ini bertujuan agar seluruh kader PKS memiliki semangat dan rasa optimis untuk berjuang memenangkan pasangan Rycko Jos.

“Biar kader PKS makin semangat, semakin kenal dan dekat dengan calon walikota dan wakil walikota yang PKS usung dan bersemangat pula berjuang untuk memenangkan pasangan ini,” kata Aep, Minggu, 20/9/2020.

Sementara itu, bakal calon Walikota Bandar Lampung Rycko Menoza saat menyapa kader PKS di kecamatan Way Halim mengatakan dirinya mempunyai keinginan kuat untuk memajukan Bandar Lampung.

“Ada keinginan dan tekad yang kuat dalam diri saya kenapa saya memutuskan untuk di Pilwakot Bandar Lampung ini. Saya memiliki sejarah, memiliki ikatan yang kuat dengan kota ini, kakek saya berasal dari Kedaton, bahkan pernah juga menjadi Walikota Bandar Lampung dan tentu sekuat tenaga saya akan berjuang untuk membangun tanah leluhur, khususnya di Kota Bandar Lampung.” kata Rycko.

BACA :  Sidik Efendi: Pemkot Jangan Hanya Menghimbau Tapi Harus Bantu juga

Menurut Rycko Bandar Lampung sebagai Ibukota Provinsi Lampung harus menjadi cerminan bagi daerah lainnya. Sebab itu, dirinya ingin agar kota ini bisa lebih maju dan pembangunan dapat secara merata dirasakan masyarakat, mulai dari pinggiran hingga pusat kota.

Rycko juga berpesan bahwa pesta demokrasi sebaiknya dijalankan dengan damai. Jangan sampai menimbulkan gesekan antar sesama karena hanya beda dukungan atau pilihan.

“Saya harap pilkada ini menjadi ajang untuk adu gagasan membangun kota Bandar Lampung. Jangan jadikan pesta demokrasi ini sebagai sarana mnegintimidasi lawan politik, menakuti dan mengancam masyarakat. Ayo jadikan pilkada Bandar Lampung sebagai pilkada yang damai dan sejuk,” pungkas Rycko.(*)