dr. Zam Hadiri Dialog Demensia Tegar TV

oleh

Bandarlampung, (gemamedia.co)
dr. Zam hadir dalam dialog spesial mengenai Demensia (Pikun) di Tegar TV didampingi sepasang runner up duta bersih narkoba Lampung, (Rabu/14/2018).

Seperti biasa dalam agenda rutin dialog spesial di Tegar TV mengenai kesehatan dr.Zam Zanariah,Sp.S.M.Kes diundang menjadi bintang tamu acara tersebut yang tayang pada pukul 16.00 Wib di Tegar TV.

“Tidak asing lagi dokter cantik spesialis saraf ini selalu hadir memberikan edukasi mengenai kesehatan yang kali ini bertemakan demensia
(pikun),”ungkap Christian Romeo selaku pembawa acara.

Kali ini dr.Zam di dampingi oleh sepasang Runner Up 1 Duta Bersih Narkoba Provinsi Lampung yakni Okta dan Kevin. Sepasang runner up duta tersebut cantik,tampan dan cerdas mereka berdialog mengenai demensia.

“Demensia (Pikun) adalah kondisi ketika seseorang butuh waktu lebih lama untuk mengingat atau lupa apa yang mereka lakukan sebelumnya. Seiring bertambahnya usia, perubahan muncul di semua bagian tubuh, termasuk otak. Inilah sebabnya pikun adalah kondisi yang biasanya terjadi dalam proses penuaan. Dalam dunia medis, pikun adalah salah satu gejala penyakit Demensia,”papar dr.Zam saat ditanya menganai hal tersebut oleh Christian

BACA :  Danbrigif 4 MAR /BS Melaksanakan Penaburan Benih Lele, Ketahanan Pangan Dan Peresmian Blackbear Mart di Yonif 9 MAR

Kondisi ini paling sering dialami oleh orang lanjut usia (lansia). Meski begitu, beberapa orang muda juga bisa saja mengalami pikun. Pikun pada orang muda biasanya disebabkan karena cedera kepala dan trauma psikologis parah, tambahnya

“Adapun tanda-tanda demensia seperti sering menanyakan hal yang sama berulang kali, sering tersesat di tempat yang sudah lama dikenalinya, tidak bisa mengingat dan mengikuti aturan, bingung tentang waktu, orang, dan tempat serta lupa langkah-langkah untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, minum, mandi, pakai sepatu, dan berpakaian,”ungkap Kevin yang memberikan tambahan penjelasan mengenai pikun.

“Penyebab pinkun karena fungsi memori otak sangat rumit karena hampir terlibat pada semua aktivitas otak. Oleh sebab itu, cedera yang memengaruhi kepala dan otak dapat mengganggu ingatan. Penyakit pikun mungkin merupakan akibat kerusakan struktur sistem sinyal otak (sistem yang mengendalikan emosi dan ingatan). Kondisi tersebut disebabkan oleh gangguan otak atau penyakit saraf,”kata dr.Zam.

Adapun cara membantu mengatasi pikun yakni mengunjungi dokter secara teratur. Latihan otak dengan mengembangkan hobi dan minat baru, dan membuat daftar aktivitas, gunakan catatan, kalender, dan pengingat yang membantu ingatan lainnya. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik, tutup dr.Zam.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.