Andi Surya : Mr. Gele Harun dan KH. Ahmad Hanafi Layak di Anugrahkan Sebagai Pahlawan Nasional

oleh

Bandarlampung, (gemamedia.co)
Momentum perayaan kemerdekaan RI 2018 mengingatkan kita kembali pada perjuangan para pendahulu, khususnya di Provinsi Lampung. Tercatat cukup banyak tokoh-tokoh Lampung di masa lalu berjuang tak kenal lelah untuk kemerdekaan republik ini, yang apabila dikaji secara akademik dapat memunculkan aspirasi agar dianugerahkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Siapa yang tidak kenal dengan Mr Gele Harun, residen Lampung yang berjasa untuk cikal bakal provinsi ini. Perjuangan beliau diakui banyak pihak dan telah memunculkan inspirasi meletakkan dasar-dasar pemerintahan sebagaimana beliau sebagai ahli hukum di masanya, Kita tahu Mr. Gele Harun pernah berjuang di pelosok-pelosok Lampung seperti di wilayah Way Tenong hingga perbatasan Lampung Utara dengan segenap resiko termasuk ditawan penjajah,” ujar Andi Surya.

Selain itu juga kata Andi Surya,kita mengenal KH. Ahmad Hanafi yang merupakan tokoh NU di Lampung Timur di zaman kemerdekaan dulu, pernah ditunjuk sebagai residen di wilayah ini. Dalam masanya, beliau berjuang untuk melepaskan diri dari penjajah dengan tidak mengenal lelah sehingga diincar serdadu-serdadu Jepang saat itu, Pada akhirnya beliau tertangkap dan tewas dalam perjuangan tersebut.

BACA :  DPRD Bandarlampung Sambut Kujungan Kerja DPRD Bangli

“Saya mendapat informasi dari Buya KH. Arief Mahya, tokoh sepuh NU Lampung. Beliau menulis buku kecil tentang perjuangan Mr Gele Harun dan KH. Ahmad Hanafi, Saya membacanya dengan seksama. Paparan beliau mengantarkan kepada saya pada satu kesimpulan bahwa kedua tokoh sesungguhnya layak dianugerahkan sebagai pahlawan nasional,” jelas Andi Surya.

Menjelang perayaan Kemerdekaan RI yang ke 73, DPD RI bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Mitra Indonesia menyelenggarakan diskusi publik dengan topik ‘tinjauan hukum dan perundang-undangan atas usul anugerah Pahlawan Nasional kepada Mr. Gele Harun dan KH. Ahmad Hanafi pada Jumat, 10 Agustus 2018, di Kampus UMITRA Indonesia.

Nara Sumber utama adalah Gubernur Lampung dan KH. Arief Mahya, dan penanggap Taufik Basari (Pendiri LBH Jkt), Andi Desfiandi (Akademisi/Pengagas Lampung DKI), dan Husni Mubarok (Ketua Cab. HMI Bandarlampung).

“saya sendiri sebagai pemimpin diskusi atau moderator,Datang ya,” Tutup Andi Surya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.