Bandarlampung (gemamedia)
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengunjungi rumah calon siswa Sekolah Rakyat di Desa Rantau Jaya Udik II, Kecamatan Sukadana, Kamis (9/7/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Lampung dalam memastikan kesiapan peserta didik beserta keluarganya menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027 pada 14 Juli 2026.

Anak yang dikunjungi adalah Adelia Putri (12) yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP di Sekolah Rakyat Lampung Timur.

Kunjungan ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan calon siswa sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga penerima manfaat agar dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik.

Kepada Adelia, Wagub Jihan memberikan motivasi agar tetap semangat belajar dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah untuk meraih cita-cita.

Dalam kesempatan tersebut, Jihan menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menerapkan konsep boarding school yang tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.

Ia menyampaikan bahwa seluruh kebutuhan dasar peserta didik telah disiapkan pemerintah, mulai dari asrama yang nyaman, konsumsi, hingga berbagai fasilitas penunjang seperti lapangan olahraga dan masjid.

BACA :  Gubernur Dukung Pelaksanaan Muktamar NU ke- 34, Tapi Tunggu Rekomendasi Pemerintah Pusat dan Satgas Covid-19 Terkait Jumlah Peserta

Selain memastikan kesiapan Adelia mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, Wagub Jihan juga meninjau langsung kondisi tempat tinggal keluarga.

Menurutnya, hasil peninjauan tersebut akan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan dukungan kepada keluarga peserta didik melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Ia menginstruksikan jajaran terkait, termasuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, untuk segera melakukan asesmen sebagai dasar pemberian bantuan stimulan bedah rumah melalui skema swadaya yang didukung pemerintah dan dilaksanakan secara gotong royong.

Di bidang administrasi kependudukan dan layanan kesehatan, Wagub Jihan juga meminta perangkat daerah bersama pemerintah desa menerapkan layanan jemput bola guna menyelesaikan berbagai kendala administrasi keluarga.

Arahan tersebut meliputi percepatan pengurusan akta kelahiran, sinkronisasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dapat diterima, serta pemindahan fasilitas kesehatan BPJS ke Lampung Timur sehingga keluarga lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan.

Lebih jauh, Wagub Jihan mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk menghadirkan berbagai program yang terintegrasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BACA :  Riana Sari Arinal Bagikan Minuman Sehat untuk Tenaga Medis Rumah Sakit

Menurutnya, pendidikan melalui Sekolah Rakyat, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga kemudahan akses layanan administrasi merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah pusat dan daerah dalam memutus rantai kemiskinan.

Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah berharap peserta didik dapat belajar dengan tenang, sementara keluarganya memperoleh pendampingan yang diperlukan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan dan semakin banyak generasi muda Lampung memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Loading