Bandarlampung – Pengurus Wilayah (PW) Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Lampung dalam waktu dekat Jadwalkan Pelatihan Jurnalistik kadernya dengan melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung sebagai narasumber dan pelatih, hal ini di katakan langsung Ketua PW Fatayat NU Lampung Wirdayati saat Audensi Silaturahmi dengan Ketua PWI Lampung dan jajarannya di Balai Wartawan H. Solfian Akhmad, (Kamis 20/1/2022).

Dalam bincangnya, Wirdayati mengatakan selain silaturahmi Fatayat NU Lampung mengharapkan adanya pelatihan dan narasumber dalam waktu dekat untuk kader Fatayat.

“Yang pertama kami datang untuk menghaturkan silaturahmi dan berharap kami bisa berkolaburasi dengan PWI Lampung, insya allah dalam waktu dekat kami ingin mengundang PWI Lampung sebagai pelatih dan narasumber di acara pelatihan penulisian dalam menyajikan berita untuk di konsumsi publik dengan memerangi hoax yang semakin marak,” katanya.

Masih sambung komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung ini, selain itu juga Fatayat berharap program-programnya bisa di sinergikan dengan PWI Lampung yang menjadi wadah pers yang profesional.

BACA :  Hari Pertama, Sudah 24 Pendaftar Serahkan Berkas PPK

“Kami Fatayat adalah wanita nahdiyin yang berusia 20-45tahun, kami dengan senang hati jika ada yang ingin bergabung monggo di silahkan, kami juga di Fatayat sudah ada sayap-sayap nya seperti Garfa, Fordaf dan Ikatan Hafizoh  Alquran, kita bisa sejalankan program-program dengan yang kami punya,”harapnya.

Di tempat yang sama Ketua PWI Lampung Wira Hadikusumah mengapresiasi silaturahmi tersebut dan mengatakan diri nya siap untuk berkolaburasi program dan bersinergi dengan Fatayat Lampung.

“Saya akan mengkolaburasikan program-program antara PWI dengan Fatayat, saya juga akan utus dari kami untuk menjadi narasumber dan pelatih di pelatihan tersebut, insya allah saya akan koordinasi dengan ibu-ibu IKWI untuk Daiyah karena mereka ada pengajian, semoga kita akan terus bisa berkolaburasi,”ungkapnya.

Di tambahkan Wakil Ketua Bidang (Wakabid) Media Siber Amirrudin Sormin, dirinya siap untuk menjadikan kader Fatayat anti berita Hoax juga pandai membuat berita dengan ilmu jurnalistik dengan memadukan Tabayun dan Wasathiyah.

“Tiap warga sekarang sudah menjadi kantong berita jadi kita harus saring sebelum shareing, yok lawan berita hoax berita bohong, lawan nya dengan ilmu jurnalistik karena prinsip jurnalistik itu yang bisa melawannya, jika di Fatayat ada yang namanya Tabayun maka di kami PWI namanya verifikasi cek dan ricek, dan NU itu dakwah nya wasatiyah kalo istilah kami PWI Profesional dan Independent nah dengan titik itu lah yang ketemu antara kita PWI-Fatayat, ini tujuan kita agar masyarakat tidak termakan Provokasi, Intoleransi dan sejenisnya,” pungkasnya. (yla)

Loading