BANDAR LAMPUNG (gemamedia.co) — Kerukunan antarumat beragama di Lampung terajut indah lewat seni dan budaya. Komisi Kerawam dan HAK Keuskupan Tanjungkarang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menyelenggarakan Selebrasi HUT ke-81 RI dan Keberagaman. Acara yang mengusung tema “Melalui Seni Budaya Kita Isi Kemerdekaan dengan Merawat Toleransi, Kerukunan, dan Perdamaian di Bumi Lampung” ini berlangsung di Asilo Hermelink, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan lintas agama yang diketuai oleh Ketua Komisi Kerasulan Awam, RD Philipus Suroyo, menegaskan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat keberagaman di Bumi Lampung.
Pentas kebudayaan ini didukung oleh Paroki Kedaton, Paroki Way Kandis, STIE Gentiaras, SD Xaverius Way Halim, majelis-majelis agama di FKUB, hingga Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Lampung. Perayaan ini dihadiri oleh Rektor UIN, Pembimas Katolik, Ketua MUI, Ketua FKUB, perwakilan Walubi, PW Muhammadiyah, NU, serta jajaran ormas keagamaan, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat. Turut hadir para pastor ketua komisi, pastor paroki, suster dari berbagai kongregasi, ketua ormas Katolik, kelompok devosan, warga sekitar, serta utusan lintas majelis agama dan kepercayaan.
Ketua Panitia, Chrisantus Tri, mengajak seluruh masyarakat mengisi kemerdekaan dengan merawat toleransi, kerukunan, dan perdamaian di Lampung. “Perbedaan adalah keniscayaan yang harus diterima sebagai kekayaan bangsa,” ujarnya. Ia juga mengenalkan Asilo Hermelink milik Keuskupan Tanjungkarang sebagai ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan bersama oleh semua kalangan.
Ketua Harian Asilo Hermelink, Wardoyo, menjelaskan bahwa Asilo Hermelink hadir sebagai tempat perjumpaan bagi berbagai kelompok untuk merajut keberagaman demi mempertahankan keutuhan Republik Indonesia. Selain dipersiapkan oleh Uskup Tanjungkarang sebagai pusat pembinaan pendidikan dan karakter, Asilo Hermelink juga berfungsi sebagai Caritative Center atau rumah bersama bagi kegiatan kemanusiaan lintas suku dan agama. Tempat ini memfasilitasi perjumpaan persaudaraan sejati melalui program makan gratis “Selasih” (Selasa Kasih). “Setiap minggu kami memberi makan 300–400 orang secara prasmanan dalam program Selasih,” kata Wardoyo.
Lebih lanjut, Wardoyo mengungkapkan bahwa Asilo Hermelink juga menjadi kawasan perkemahan (camping ground) bagi semua kelompok agama. Ribuan tenda dari berbagai lembaga, mulai dari UIN hingga kelompok Kristen, telah memanfaatkan fasilitas ini. Menurutnya, Asilo mempraktikkan rasa syukur atas kemurahan Tuhan dengan membagikan kebaikan kepada semua orang. “Harganya sangat mahal untuk mewujudkan harmoni itu. Karena itu, Uskup mempersembahkan tempat ini secara gratis,” tegas Wardoyo.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan dari para tokoh, di antaranya Ketua FKUB Lampung, Prof. Dr. Moh. Bahruddin, M.A., serta Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo. Tokoh masyarakat serta warga di sekitar lingkungan Asilo Hermelink turut hadir membaur bersama para tamu undangan.
Seni tradisional serta lagu-lagu kebangsaan ditampilkan secara bergantian. Mahasiswa STIE Gentiaras membawakan Tari Sembah khas Lampung. Penari yang membawa baki membagikan sirih pinang kepada seluruh tokoh agama yang hadir sebagai simbol persaudaraan.
Adapun PHDI Lampung menyajikan Tari Cendrawasih, dan Ponpes Al-Firdaus NU membawakan musik gambus serta puisi Lampung. PGIW Lampung dan MBI Lampung mempersembahkan lagu-lagu perjuangan serta lagu daerah, sedangkan kelompok Katolik menampilkan karawitan, tari Jawa, serta lagu rohani berbalut musik gamelan.
Puncak kebersamaan terlihat pada pertunjukan Karawitan Gending 45 yang memadukan kelompok Katolik dan PW Muhammadiyah Lampung. Mereka membawakan gending perjuangan dan lagu-lagu perdamaian. Acara berlanjut hingga siang hari dengan penampilan karawitan dari anak-anak, ibu-ibu, dan bapak-bapak Paroki Kedaton, Way Kandis, serta SD Xaverius. Perhelatan yang terwujud berkat gotong royong panitia dan para donatur ini sukses menjadi ruang perjumpaan lintas iman yang penuh sukacita.

BACA :  Majelis Taklim AtTan'im Gelar Maulid Nabi