Pringsewu (gemamedia)
Jamkesnews – Dalam rangka meningkatkan mutu kualitas pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung menggelar kegiatan Mentoring Spesialis dokter FKTP di Kabupaten Pringsewu, Rabu (16/06).

Hadir dalam kegiatan tersebut sebagai Narasumber dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Cabang Lampung Dokter Teddy, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung, Kepala Kabupaten BPJS Kesehatan Pringsewu dan diikuti oleh 40 orang dokter layanan primer dari FKTP di Kabupaten Pringsewu sebanyak 16 FKTP, Kabupaten Tanggamus sebanyak 13 FKTP dan Kabupaten Pesawaran sebanyak 11 FKTP. Ke 40 orang dokter ini merupakan dokter dari FKTP yang aktif melaksanakan kegiatan kelompok prolanis dan pemantauan status Kesehatan peserta prolanis secara rutin.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung Agus Wibowo mengatakan dengan diselenggarakannya kegiatan mentoring spesialis ini, diharapkan adanya transfer knowledge dari dokter spesialis kepada dokter layanan primer di FKTP untuk meningkatkan kompetensi dan refreshing pengetahuan guna meningkatkan derajat kesehatan peserta, seperti bagi penderita penyakit kronis khususnya Diabetes Melitus dalam penanganan luka diabetik, mendiagnosa awal komplikasi, mencegah komplikasi dan tingkat keparahan penyakit yang diderita oleh peserta.

BACA :  Fatayat Lampung Gelar Rakerwil Via Daring dan Luring

“Dengan tertanganinya penyakit kronis secara optimal, maka pasien dapat hidup lebih sehat. Agus juga menambahkan bahwa upaya peningkatan kualitas mutu layanan kesehatan ini merupakan tanggung jawab bersama, baik dari pihak fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan maupun dari BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara jaminan sosial,” ujar Agus.

Selain itu perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Cabang Lampung, Teddy menyampaikan bahwa, ulkus diabetikum merupakan kondisi yang kerap dialami oleh penderita diabetes. Kondisi ini ditandai dengan munculnya luka dari kaki. Ulkus diabetikum termasuk salah satu komplikasi diabetes yang berbahaya dan perlu segera ditangani dokter. Ulkus diabetikum terjadi akibat kerusakan saraf dan pembuluh darah yang disebabkan oleh tidak terkontrolnya kadar gula darah, sehingga memicu munculnya luka.

“Sangat mengapresiasi inisiatif dari BPJS Kesehatan menyelenggarakan kegiatan mentoring spesialis ini, karena dengan meningkatnya kemampuan dokter di FKTP dalam penanganan penyakit Diabetes Melitus khususnya dalam tatalaksana dan pencegahan ulkus diabetikum maka penanganan dan pencegahan kepada peserta JKN-KIS penderita Diabetes Melitus dapat sedini mungkin dilakukan tindakan,” tutur Teddy.

BACA :  Walikota Eva Dwiana Audiensi Dengan Wamen PU Bahas Penanganan Banjir & Infrastruktur Jalan

Untuk di ketahui bahwa ulkus diabetikum merupakan penyebab kematian pasien Diabetes Melitus sebesar 30%. Oleh sebab itu pengelolaan penyakit kronis seperti Diabetes Melitus menjadi sangat penting. Dokter di FKTP harus aktif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pasien agar tidak terjadi komplikasi apalagi mengakibatkan munculnya ulkus diabetikum.(*)

Loading