Pemilik Mobil Ini Dokter Tampan Berhidung Bangir”

oleh
Bandarlampung, 9 Februari 2018
Ada kerinduan untuk datang kembali ke ruangan USG apotek Farras di bilangan Sultan Agung Wayhalim Bandarlampung.
Berjuta rasa menjadi haru biru dalam ruangan praktek dokter Spog tersebut
‘ Sabar ya bu, kita berusaha dan Tuhan lah yang menentukan, ‘ ucap dokter berhidung bangir itu menenangkan diriku saat memulai program buah hati.
Selang setahun kemudian kedatangan ku dengan hasil positif yang kutunjukan pada dokter muda itu dengan senyum simpul, ku lumerkan di pipiku.
‘ Dok, saya positif, coba dokter diagnosa benar ga,’ sambil tersenyum aku meminta dokter obgyn itu memeriksa dengan alat USG nya.
‘ Alhamdulillah Bu, ini sudah kelihatan kantung nya, di jaga ya saya beri obat, ‘ seraya menuliskan resep untuk di tebus du apotek tempat praktek nya.
Hari berganti aku dan suami hampir tiap minggu mengunjungi dokter tampan tersebut, sampai di jadikan bahan perbincangan para asisten bila belum kelihatan dalam seminggu.
Saat ada kendala dalam rahim ku, dokter yang ramah ini tidak pernah mengatakan hal buruk kemungkinan yang akan terjadi, dirinya selalu mengatakan tidak apa-apa Bu, hanya faktor bawaan kehamilan saja, kalimat itu selalu diberikan untuk menenangkan kami.
Hingga datang lah suatu kenyataan yang harus di putuskan dengan cepat dan tepat untuk menyelamatkan kami.
‘ Pak, Bu .. ini surat rujukan, langsung cari kamar nanti malam kita tindakan, ‘ dirinya masih tetap tersenyum walaupun dengan posisi yang menghawatirkan.
Preeklamsia dan kadar protein dalam urine tingkat satu … Ya penyakit itu tiba-tiba hadir di usia kandungan ku 7 bulan, keadaan dimana badan ku memasuki usia kehamilan 8 bulan bengkak-bengkak dan darahku melonjak tinggi hingga lebih dari 150/90.
Tepat di tanggal 31 Januari 2018 malam pukul 21.00 wib terjadilah SC pengeluaran bayi melalui bedah karena tensi darahku tinggi tidak memungkinkan untuk melahirkan normal, dengan keberanian dan semangat ku masuki ruang oprasi dan dokter tampan itu sudah berada di sisi meja oprasi.
‘ Bu, jangan tegang ya, ‘ senyum nya sambil menyemangatiku.
Aku langsung tak sadarkan diriku ketika dokter anestesi telah melakukan tugasnya, setengah jam kemudian aku sudah di ruangan observasi dengan tekanan darah yang naik turun, dan dokter obgyn ku selalu pantau keadaan ku melalui phoncellnya kepada perawat jaga.
Terimakasih dokter Spog yang tampan, ramah dan baik hati dengan kesigapan mu kini aku dan baby ku sehat dan terlepas dari penyakit kehamilan yang langka ini. Berkat Allah dan dirimu dokter kami bisa berbahagia dengan keadaan yang tak ternilai ini.
‘ Maaf Bu, kemarin saya ambil tindakan itu karena dua-duanya harus di selamatkan, selamat ya dan sampai ketemu lagi, ‘ ucapnya dalam senyum.
Terimakasih ya rob, kau hadirkan dokter bertanggung jawab untuk kami, berkahi kehidupan nya dalam ridho Mu ya rob, itu yang dapat kami ucapkan untuk dokter tampan tersebut.
           For U dokter tampan ku …
              Budi Syamhudi Spog
By: Nyla
BACA :  Temu Warga Gunung Balak,Andi Surya: Perambah Register 38 Meresahkan Warga Setempat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.