Hari Pertama Ramadhan, Arinal isi dengan Mengkaji Kisah Wayang Makrifat Dewa Ruci

oleh
Arinal Djunaidi dalam Acara Pembukaan Mengaji sambi Menunggu Sahur, Jumat (26/05/2017)

Bandarlampung, GEMAMEDIA.CO – Arinal Djunaidi mengaji sambil menunggu saur bersama masyarakat malam pertama Ramadhan di Lapangan Waydadi, Sukarame, Bandarlampung, Jumat (26/5/17). Sebelum dalang Ki Enthus Susmono menggelar kisah Makrifat Dewa Ruci, masyarakat “curhat” masalah rencana pelelangan lahan yang mereka tempati oleh Pemprov Lampung.

Menurut Armin Hadi, Pokmas Waydadi, lahan yang telah ditempati 5166 KK di 202 ha. Warga mulai resah sejak PT Wayhalim Permai mengklaim separuh lahan milinya pada tahun 1981. Padahal, katanya, lahan sudah ditempati masyarakat jauh sebelum itu. Bahkan, sudah ada, warga yang telah memiliki sertifikat. Dia yakin Arinal Djunadi bisa memperjuangkannya jika jadi pemimpin daerah ini.

Dua layar lebar membantu antusiasme masyarakat saksikan Arinal Djunadi wayangan bersama dalang Ki Kenthus di Lapangan Waydadi, Sukarame, Bandarlampung
Dua layar lebar membantu antusiasme masyarakat saksikan Arinal Djunadi wayangan bersama dalang Ki Kenthus di Lapangan Waydadi, Sukarame, Bandarlampung
Arinal Djunaidi, ketua DPD Golkar Provinsi Lampung, berjanji akan memperjuangkan lahan yang telah mereka tempati, Kelurahan Waydadi Lama dan Waydadi Baru, agar mendapatkan kepastian hukum yang berpihak kepada rakyat. Bahkan, kata calon gubernur Lampung itu, sebelum curhat, Partai Golkar Lampung sudah memperjuangkannya.

BACA :  Andi Surya Kembalikan Berkas Pendaftaran Partai Golkar

“Pekan depan, saya akan adakan rapat dengan Fraksi Partai Golkar yang ada di legislatif untuk bagaimana agar lahan yang sudah puluhan tahun ditempati warga dapat diakui pemerintah,” kata Arinal Djunadi didampingi istrinya saat membuka acara ngaji dan wayangan menunggu sahur bersama Ki Enthus.

Arinal Djunaidi bersama istri foto bersama ibu-ibu yang membawa balitanya untuk mengaji dan nonton wayang sambil menunggu sahur.
Arinal Djunaidi bersama istri foto bersama ibu-ibu yang membawa balitanya untuk mengaji dan nonton wayang sambil menunggu sahur.
Arinal Djunaidi mengatakan dia sudah berkoordinasi dengan Ketua Golkar Pusat Setya Novanto untuk membantu perjuangan masyarakat Kelurahan Waydadi Lama dan Waydadi Baru. Arinal melayani rakyat. “Kita harus bekerjasama membangun Lampung. Pemimpin harus dekat dengan rakyat dan rakyat harus dekat dengan pemimpinnya,” kata Arinal Djunaidi.

Saat yang sama, Arinal Djunaidi dan istri memberikan hadiah kepada sepuluh balita yang ikut ibunya nonton wayangan. Satu per satu anak-anak diciuman Arinal. Setelah memberikan hadiah, Arinal Djunaidi menyerahkan wayang Bima kepada Ki Enthus.

BACA :  Keperdulian Sosial Yang Tinggi Zam Zanariah patut Diapresiasi

Empat sinden mahasiswi ISI Jogjakarta menyegarkan panggung.
Empat sinden mahasiswi ISI Jogjakarta menyegarkan panggung.
“Bima ini kakaknya Arjuna, sosok yang keputusannya bijaksana. Kita harus mencontohnya, kakaknya Arjuna,” kata Arinal Djunaidi yang disingkat Arjuna. (Agung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.