Bandarlampung (gemamedia)
(Unila): Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Universitas Lampung (Unila) sukses menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bertajuk Poskriter (Pondok Singgah Kreatif dan Berkarakter).

Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Yayasan Cinta Baca Lampung dan Taman Baca Surya, Bandar Lampung, yang berlangsung selama empat pertemuan sepanjang bulan April hingga Mei 2026.

Mengusung tema “Penguatan Identitas Lokal dengan Menyemai Karakter Piil Pesenggiri”, program ini diinisiasi oleh Bidang Pengabdian Masyarakat HMJ Sosiologi.

Agenda ini merupakan bentuk implementasi nyata dari tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan pendidikan karakter, literasi anak, serta pengenalan budaya lokal melalui pendekatan kreatif dan edukatif.

Kegiatan ini melibatkan anak-anak binaan dari kedua taman baca, pengurus HMJ Sosiologi Unila, serta para sukarelawan (volunteer) yang berasal dari luar Jurusan Sosiologi.

Selama program berlangsung, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif, mulai dari pendampingan membaca, permainan edukatif, praktik kerajinan tangan, hingga pentas seni.

Dalam proses pembelajaran, mahasiswa secara khusus menyisipkan materi kebudayaan Lampung, seperti pengenalan kain tapis, mahkota siger, hingga nilai-nilai luhur Piil Pesenggiri sebagai falsafah hidup masyarakat Lampung.

BACA :  FH Gelar Ujian Terbuka Sidang Promosi Doktor Malicia Evendia

Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat HMJ Sosiologi Unila, Muhamad Dzuhri, menjelaskan Poskriter hadir sebagai ruang pembelajaran nonformal. Program ini didesain tidak hanya untuk menekankan aspek akademik, melainkan juga pembentukan karakter dan penguatan nilai sosial-budaya sejak dini.

“Melalui Poskriter, kami berharap anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mampu mengenali dan mencintai budaya lokal mereka. Dari sana, kita bisa menumbuhkan karakter positif seperti gotong royong, kemandirian, dan rasa percaya diri,” ujar Dzuhri.

Selain berhasil meningkatkan literasi dasar anak-anak di wilayah perkotaan, program ini menjadi sarana aktualisasi penting bagi mahasiswa Unila dalam menjalankan perannya sebagai agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat. Dengan pendekatan partisipatif, anak-anak distimulus untuk belajar secara aktif, kreatif, dan kolaboratif.

Melalui keberlanjutan program Poskriter, HMJ Sosiologi Unila berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai budaya lokal dan pendidikan karakter kepada generasi muda.

Langkah ini diharapkan mampu mencetak generasi penerus di Provinsi Lampung yang tidak hanya kritis dan berdaya saing, tetapi juga tetap berakar pada jati diri budaya daerah. [Daffa Alsa]

Loading