Bandarlampung (gemamedia)
Kinerja perekonomian Provinsi Lampung triwulan IV 2023 tumbuh sebesar 5,40% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,93% (yoy).

Secara historis,perkembangan tersebut sejalan dengan peningkatanrealisasi pengadaan semen, indeks nilai konstruksi yang positif, serta pembangunan beberapa proyek pembangunan di sektor Akomodasi, Makan dan Minum. Kinerja LU Perdagangan Besar dan Eceran tumbuh 8,16% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 7,15% (yoy) pada triwulan sebelumnya, terutama didorong oleh peningkatan permintaan menjelang HBKN Nataru dan belanja calon legislatif pada periode kampanye di tahun politik.

Lebih lanjut, kinerja LU Transportasi dan Pergudangan tercatat tumbuh 11,03% (yoy), melambat jika dibandingkan 13,07% (yoy) pada triwulan sebelumnya didorong
oleh peningkatan pada sebagian besar moda transportasi seperti angkutan rel, penyeberangan, dan angkutan udara sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode HBKN Nataru dan libur sekolah. Sektor Akomodasi dan Makan Minum tercatat tumbuh 9,78% (yoy), meskipun lebih rendah dibandingkan dengan 11,84% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Tetap kuatnya kinerja LU
Akomodasi dan Makan Minum sejalan dengan maraknya penyelenggaraan event, seperti Festival Pekan Raya Lampung (PRL) dan dibukanya gerai makanan baru.

BACA :  KUR dan QRIS BRI berikan kemudahan untuk pengembangan usaha UMKM

Di sisi lain, kinerja positif perekonomian Lampung pada triwulan IV tertahan oleh menurunnya kinerja LU Pertanian, LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tercatat terkontraksi 0,40% (yoy),melambat dibandingkan 1,17% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Penurunan kinerja LU Pertanian,Kehutanan, dan Perikanan terutama disebabkan oleh penurunan luas panen komoditas padi dan jagung pada periode kemarau panjang (El Nino).

Bank Indonesia memandang perbaikan kinerja ekonomi Provinsi Lampung akan terus berlanjut,
meski risiko dari sektor eksternal masih perlu diwaspadai. Untuk memperkuat momentum pemulihan ekonomi, beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain: Pertama, Memperkuat permintaan domestik melalui peningkatan produktivitas Lapangan Usaha Utama Pertanian khususnya subsektor tanaman pangan.

Hal tersebut dapat dicapai melalui peningkatan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan sarana produksi pertanian (saprotan), memastikan ketersediaan air, penguatan akses pembiayaan bagi petani, serta memastikan ketersediaan pupuk berkualitas.

Kedua,Menjaga sinergi dan kolaborasi antar lembaga untuk meningkatkan ketahanan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut dapat dicapai melalui mendorong hilirisasi di sektor pertanian,memperkuat kolaborasi dengan akademisi dalam mengembangkan produk olahan, serta
memperkuat koordinasi pengendalian inflasi melalui sinergi TPIP-TPID dan program Gerakan
Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). (*)

Loading