Bandarlampung (gemamedia)
(Unila): Muhammad Ghatan Dinata, mahasiswa Program Studi S-1 Bisnis Digital Universitas Lampung (Unila) angkatan 2024, berhasil meraih Juara 1 kategori Paper Presentation pada The 30th ALSA National English Competition yang diselenggarakan oleh ALSA Universitas Indonesia.
Kompetisi ini merupakan ajang yang bertujuan mengasah dan menguji kemampuan mahasiswa serta siswa dalam bahasa Inggris melalui berbagai cabang perlombaan, seperti paper presentation, debate, e-MUN, speech, newscasting, spelling bee, storytelling, dan kategori lainnya.
Pada kompetisi tersebut, Ghatan mengikuti kategori Paper Presentation, yaitu kompetisi individu yang mengharuskan peserta menulis karya ilmiah dengan topik tertentu dalam bahasa Inggris, kemudian mempresentasikannya di hadapan audiens. Kompetisi ini mencakup tahap pengumpulan paper dan PowerPoint yang dilanjutkan dengan babak presentasi lisan. Kategori ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis sekaligus kemampuan presentasi peserta dalam bahasa Inggris.
Ghatan mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi pada 24 Maret 2026. Ia mengetahui informasi mengenai kompetisi tersebut dari UKM Economics’ English Club (EEC) yang juga mengajaknya untuk bergabung. Menurutnya, kompetisi tersebut merupakan lomba yang prestisius sehingga mendorongnya untuk ikut berpartisipasi.
Dalam proses persiapan, Ghatan berlatih menggunakan bahasa Inggris dengan memperbanyak kosakata, menyusun paper bersama EEC, serta berlatih presentasi. Adapun tahapan perlombaan dimulai dengan pengumpulan paper dan PowerPoint pada 4 Mei 2026, dilanjutkan technical meeting pada 7 Mei 2026, oral presentation pada 8 Mei 2026, serta closing ceremony dan pengumuman pemenang pada 12 Mei 2026.
Selama proses persiapan dan pelaksanaan kompetisi, Ghatan menghadapi tantangan dalam membagi waktu karena pada saat yang sama ia juga mengikuti berbagai kegiatan dan beberapa kompetisi lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut, ia menerapkan manajemen waktu dengan mencatat seluruh kegiatan yang akan dilakukan setiap hari.
Melalui kompetisi ini, Ghatan memperoleh pelajaran mengenai pentingnya penguasaan bahasa Inggris. Menurutnya, pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa bahasa Inggris dapat menjadi pembesar peluang sukses di masa depan, terutama bagi seseorang yang ingin berkarier secara internasional.
Ghatan juga mengungkapkan bahwa EEC berperan dalam mendukung proses persiapannya selama kompetisi, mulai dari pendanaan, penyusunan paper, latihan presentasi, hingga evaluasi setelah kompetisi yang melibatkan expert, presidium, dan demisioner EEC.
Selain itu, ia juga merasakan dukungan dari lingkungan EEC yang suportif. Menurutnya, rekan-rekan di EEC bersedia menemaninya berlatih hingga malam hari serta memberikan berbagai koreksi yang menambah pengetahuannya mengenai paper presentation yang baik.
Melalui prestasi yang diraihnya, Ghatan berpesan kepada mahasiswa lain untuk terus bekerja keras, terbuka terhadap masukan, dan memiliki semangat belajar yang tinggi.
“Buat temen-temen semua, yang ingin mendulang prestasi, kuncinya adalah harus mau kerja keras dan selalu terbuka sama masukan. Jangan pernah nutup diri dari feedback sekecil apa pun dan dari siapa pun, karena masukan itu ga harus selalu datang dari orang yang lebih berpengalaman aja melainkan bisa dari mana aja.
Dari masukan-masukan itulah kita bisa belajar buat menilai diri sendiri secara objektif, tahu mana yang kurang, dan apa yang harus diperbaiki. Terakhir, tetep tanamkan mindset untuk selalu haus belajar, dan pastikan hal yang pengen kamu pelajari adalah sesuatu yang emang bener-bener kamu sukai biar proses berjuangnya kerasa asyik,” ujarnya. [Magang_Shalu Munadiyan]
![]()