Bandarlampung (gemamedia)
Pernah membayangkan bisa mematikan lampu rumah saat sudah berada jauh dari rumah? Atau membuka pintu hanya melalui smartphone? Inovasi ini yang berhasil diwujudkan Gilang Permana, mahasiswa semester VIII Program Studi Sistem Komputer/Internet of Things (IoT) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, yang mengembangkan sebuah prototipe Smart Home berbasis ESP32 sebagai penelitian skripsinya.

Melalui penelitian tersebut, Gilang merancang prototipe Smart Home yang memungkinkan pengguna mengontrol lampu, mengatur kunci pintu, hingga memantau suhu ruangan secara real-time melalui smartphone. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi Internet of Things (IoT), karya Gilang menjadi gambaran bagaimana teknologi rumah pintar dapat diterapkan untuk mendukung hunian yang lebih cerdas, aman, dan efisien.

Gilang menjelaskan bahwa perangkat smart home yang dibuatnya memanfaatkan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan aplikasi Android hasil pengembangannya sendiri. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengakses berbagai fitur kendali dan pemantauan dalam satu platform. “Alat yang saya buat berfokus pada tiga fungsi utama, yaitu mengontrol lampu, mengontrol kunci pintu, dan memonitor suhu ruangan secara real-time,” ujar Gilang saat diwawancarai pada Senin (15/6/2026).

BACA :  Mahasiswa Darmajaya Juara Karate Se-Sumbagsel di Lampung Utara

Pada prototipe yang dikembangkannya, pengguna dapat menyalakan atau mematikan lampu dari jarak jauh kapan saja dan di mana saja melalui smartphone. Fitur ini menunjukkan bagaimana teknologi IoT dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan perangkat elektronik di rumah. Tak hanya itu, Gilang juga menyematkan fitur smart door lock yang memungkinkan pintu dibuka maupun dikunci melalui smartphone. Kehadiran fitur ini memberikan gambaran penerapan sistem keamanan rumah berbasis teknologi digital.

Menariknya lagi, sistem tersebut mampu menampilkan kondisi suhu ruangan secara real-time. Pengguna dapat memantau suhu ruangan langsung melalui aplikasi yang telah dikembangkan sehingga informasi kondisi lingkungan dapat diperoleh dengan cepat. Seluruh sistem kendali tersebut terintegrasi dalam aplikasi Android yang dirancang sendiri oleh Gilang menggunakan Android Studio. Melalui aplikasi itu, pengguna dapat mengakses seluruh fitur smart home dalam satu platform yang mudah digunakan.

Menurutnya, pengembangan sistem rumah pintar menjadi salah satu implementasi teknologi Internet of Things (IoT) yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Melalui teknologi ini, berbagai perangkat elektronik di rumah dapat diakses dan dikendalikan secara lebih efisien melalui perangkat mobile.

BACA :  Darmajaya Red Cross Competition I Tantang Relawan PMR, Yuk Ikut!

Bagi Gilang, proyek ini bukan sekadar tugas akhir untuk meraih gelar sarjana. Lebih dari itu, ia ingin menghadirkan inovasi yang dapat menjadi referensi pengembangan teknologi rumah pintar di masa mendatang. “Harapannya sistem ini dapat menjadi solusi rumah pintar yang mudah digunakan dan membantu masyarakat dalam mengontrol perangkat rumah tangga secara lebih praktis dan efisien,” katanya.

Dosen Pembimbing sekaligus Ketua Program Studi Sistem Komputer IIB Darmajaya, Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I., mengapresiasi inovasi yang dikembangkan Gilang Permana. Menurutnya, penelitian berbasis Internet of Things (IoT) seperti ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan perangkat keras, perangkat lunak, dan teknologi komunikasi data untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.

“Pengembangan prototipe smart home ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Sistem Komputer mampu menghasilkan karya yang aplikatif dan relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Kami berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan hingga memiliki peluang untuk diimplementasikan secara lebih luas di masyarakat,” ujarnya. (**)

Loading