Oleh: H. Tony Eka Candra.
Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung.

Di tengah gemuruh ancaman yang menggerogoti generasi bangsa, ada sekelompok manusia yang berdiri tegar di garis depan. Mereka bukan tentara berseragam, bukan pula pejabat berjas dan berpakaian rapih. Mereka adalah para Konselor dan Penyuluh GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkotika) di seluruh penjuru Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, yang setiap hari berjuang dengan hati, keteguhan, dan kasih sayang yang tak pernah pudar.

Mereka tidak kenal menyerah. Ketika banyak orang memilih diam atau berpaling karena lelah melihat realita pahit penyalahgunaan narkoba yang terus merajalela, para pejuang GRANAT ini justru semakin teguh melangkah. Mereka bahu membahu mendukung dan membantu seluruh upaya Pemerintah dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Bukan karena tugas, tetapi karena panggilan jiwa dan panggilan hati untuk menyelamatkan anak-anak bangsa dari jurang kehancuran yang dalam akibat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Setiap hari, mereka turun ke lapangan, ke sekolah-sekolah, kampus-kampus, ke kampung-kampung, ke komunitas masyarakat, bahkan ke tempat-tempat yang sering dihindari orang lain. Dengan sabar mereka melakukan sosialisasi, menyuluh, mengedukasi, dan membuka mata hati masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba yang menyamar sebagai “kesenangan sesaat” namun meninggalkan kehancuran dan merusak masa depan, serta luka yang dalam seumur hidup.

BACA :  Inkubitek Darmajaya – Kementerian Koperasi dan UKM RI Gelar Inkubator Wirausaha

Mereka tidak hanya berbicara, tetapi juga mendengar. Tidak hanya mengecam, tetapi juga merangkul.

Lebih dari itu, para Konselor dan Penyuluh GRANAT tidak pernah lelah melindungi masyarakat. Mereka menjadi benteng pertahanan pertama bagi keluarga-keluarga agar terhindar dari jerat narkoba, melalui sosialisasi, edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat luas. Dengan penuh empati, mereka juga mengajak para pecandu dan penyalahguna narkoba untuk keluar dari jerat adiksi. Mereka mendampingi proses rehabilitasi, memberi harapan ketika jiwa sedang gelap, dan menuntun tangan demi tangan agar yang bersangkutan bisa pulih, sehat kembali, dan akhirnya pulang ke pangkuan keluarga, dan kembali ketengah masyarakat.

Ada seorang pemuda yang semula terpuruk, kehilangan masa depan, bahkan nyaris kehilangan nyawa. Berkat keteguhan seorang konselor GRANAT, hari ini ia berdiri tegak, tersenyum, dan kembali memiliki mimpi dan masa depan. Itulah keajaiban yang diciptakan oleh kerja keras tanpa pamrih ini.

Para Konselor dan Penyuluh GRANAT mengajarkan kita satu pelajaran berharga bahwa perang melawan narkoba bukan hanya soal razia, penangkapan dan penegakan hukum, tetapi juga soal kasih sayang, kesabaran, dan keyakinan bahwa setiap jiwa masih bisa diselamatkan.

BACA :  Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung: Saatnya Kita Bersama Wujudkan Ibu Kota Provinsi yang Lebih Tangguh dan Manusiawi

Mereka membuktikan bahwa rehabilitasi bukan sekadar program, melainkan harapan hidup baru.

Kepada seluruh para Konselor dan Penyuluh GRANAT Se-Provinsi Lampung, saya ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Di saat banyak orang menyerah, kalian terus melangkah. Di saat banyak yang ragu, kalian tetap punya keyakinan. Di saat banyak yang memilih nyaman, kalian memilih berjuang.

Mari kita dukung mereka dengan sepenuh hati. Mari kita ikut serta dalam gerakan ini, mulai dari lingkungan terkecil, keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat. Karena masa depan Lampung yang bersih narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, BNN, Kepolisian, atau GRANAT semata, melainkan tanggung jawab kita bersama, segenap komponen bangsa.

Selama masih ada satu anak bangsa yang terancam narkoba, para pejuang GRANAT akan terus berdiri. Tak kenal lelah, tak kenal menyerah. Karena menyelamatkan satu jiwa adalah menyelamatkan masa depan bangsa.(***)

Loading