Bandar Lampung – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kota Bandar Lampung menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Bandar Lampung, Senin (13/4/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk duka cita sekaligus solidaritas atas meninggalnya dua kader Korps PMII Putri (Kopri) Komisariat Universitas Lampung dalam insiden yang terjadi di kawasan wisata Wira Garden beberapa waktu lalu.
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai kampus dan komisariat PMII di Kota Bandar Lampung ini turut dihadiri Ketua PC PMII Kota Bandar Lampung, Topik Sanjaya, beserta jajaran pengurus dan kader lainnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait pentingnya peningkatan sistem pengamanan dan keselamatan di sejumlah objek wisata. Mereka mendorong adanya evaluasi dan penguatan pengawasan agar standar keselamatan bagi pengunjung dapat terus ditingkatkan.
Dalam orasinya, Topik Sanjaya mengajak pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan tempat wisata.
“Kami berharap Dinas Perizinan dan Dinas Pariwisata dapat melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh tempat wisata di Kota Bandar Lampung, khususnya Wira Garden, terkait aspek keamanan dan keselamatan pengunjung,” ujarnya.
Mahasiswa juga mendorong adanya pengawasan berkelanjutan serta penerapan standar operasional keselamatan yang lebih optimal guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Aksi tersebut turut dihadiri sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pariwisata, serta dinas terkait lainnya, bersama pihak pengelola Wira Garden.
Kepala DPMPTSP Kota Bandar Lampung, Febriana, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dengan melakukan evaluasi terhadap perizinan dan operasional tempat wisata.
“Kami akan melakukan peninjauan kembali terhadap izin yang telah dikeluarkan serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, menyatakan kesiapan pihaknya untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelola wisata.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan memberikan pembinaan agar setiap pengelola wisata mematuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan,” katanya.
Dari pihak pengelola Wira Garden, perwakilan yang hadir juga menyatakan komitmennya untuk meningkatkan aspek keselamatan pengunjung, termasuk kesiapan dalam menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
Sebagai bentuk kesepahaman bersama, pihak pengelola, Dinas Pariwisata, dan DPMPTSP turut menandatangani kesepakatan terkait peningkatan pengelolaan dan keselamatan wisata.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan, serta ditutup dengan pernyataan sikap bersama antara mahasiswa, instansi terkait, dan pengelola wisata sebagai komitmen untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung di Kota Bandar Lampung.

BACA :  dr Zam: Masyarakat Harus Paham Perbedaan Antara Saraf kejepit dan nyeri pinggang