Gunung Dempo, Petualangan dan Rekreasi

oleh

Bagi yang belum punya rencana jalan-jalan akhir tahun nanti, Gunung Dempo sepertinya bisa masuk daftar destinasi liburan yang menarik.

Memiliki ketinggian 3.159 meter di atas permukaan laut (mdpl), stratovolkano aktif itu menjadi batas antara Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Gunung Dempo tepatnya berada di Kota Pagar Alam, untuk bisa sampai kesana, butuh setidaknya 8 jam perjalanan darat dari Kota Palembang.

Namun saat sampai di Kota Pagar Alam, ada baiknya menyempatkan diri untuk mengunjungi beragam destinasi yang tak kalah menarik di sekitar Gunung Dempo.

Berjarak 7 km dari Kota Pagar Alam, ada perkebunan dan pabrik teh milik PTPN VII. Disitu mata kita akan disuguhi hamparan hijau kebun teh, hutan dan bentang alam pegunungan Bukit Barisan.

Tak cuma kebun teh, di kaki Gunung Dempo juga ada tiga air terjun yang wajib dikunjungi. Yaitu Curug Embun, Air Terjun Mangkok dan Air Terjun Tujuh Kenangan.

Curug Embun merupakan air terjun yang memiliki ketinggian kurang lebih 100 meter. Tidak terlalu deras, air yang jatuh terlihat lembut dan menyegarkan saat menimpa bebatuan besar di sekeliling jatuhnya air. Titik paling dalam hanya sekitar 1,5 meter saja, jadi terbilang aman bagi wisatawan.

BACA :  Ketua Umum SMSI Firdaus: Pemerintah Harus Perhatikan Keberatan Dewan Pers

Sementara Air Terjun Mangkok lebih pendek dari Air terjun Embun. Tingginya hanya sekitar 10 meter dan jatuh pada sebuah telaga jernih berwarna kehijauan. Telaga ini memang mirip seperti mangkok, bersih dan sudah di bangun tempat-tempat istirahat bagi wisatawan.

Sementara Air Terjun Tujuh Kenangan, bisa dibilang yang paling variatif. Seperti namanya, disitu ada beberapa air terjun dalam satu lokasi. Paling tinggi sekitar 20 meter, yang kemudian airnya mengalir di bebatuan membentuk air terjun kecil-kecil hingga akhirnya jatuh pada sebuah danau. Kita bisa berenang di danau tersebut atau bisa juga memanjat ke bebatuan yang di aliri air beriak yang menyegarkan.

Lelah berkeliling, disana juga banyak villa atau homestay yang disewakan warga. Harganya beragam, mulai dua ratus ribuan hingga jutaan rupiah semalam.

Untuk yang punya jiwa petualang, tentu tidak afdol rasanya berada di Pagar Alam jika tidak mendaki Gunung Dempo. Para pendaki biasanya memulai pendakian dari Tugu Rimau. Di sepanjang jalan menuju Tugu Rimau kita akan menjumpai kebun sayuran juga kebun buah strawberry milik penduduk setempat. Yang tentunya bisa kita borong untuk perbekalan.

BACA :  Kasatlantas Polres Aceh Besar Terima Penghargaan Prestasi Nusantara

Pendakian pun dimulai. Jika melalui Tugu Rimau, jalur yang akan di lewati adalah jalur terjal dan licin melewati tanah serta akar pohon. Untuk pendaki, ribtangan tersebut tentu menarik dan memberikan kesan tersendiri. Jalurnyanya juga selalu menanjak, hampir tidak ada jalur landai yang kita lalui.

Menjelang puncak, kita akan di hadapkan pada jalur Bakaran yang merupakan jalur batu yang licin. Sebelah kanan dan kiri jalur terdapat jurang yang selalu menuntut kesiagaan kita agar tidak terpeleset.

Namun semua itu terbayar saat kita sampai di puncak. Disitu ada hamparan tanah datar yang bisa disebut ‘alun-alun’ Gunung Dempo.

Disitu juga ada sungai kecil dengan air yang sangat jernih, mengalir ke sebuah telaga yang orang sekitar menamainya Telaga Putri. Di telaga inilah biasanya para pendaki mengambi air. Dari situ juga kita bisa mendaki lebih tinggi sedikit untuk melihat kawah Gunung Dempo. Nah, kawah Gunung Dempo ini menarik, sebab ternyata warnanya bisa berubah-ubah tergantung cuaca. Menarik bukan?

BACA :  Tutut Soeharto: Rajin Berkunjung ke Pesantren Adalah Salah Satu Amanat Pak Harto

Penulis: Eka N

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.