LAMPUNG TENGAH — Semangat pemberdayaan perempuan kembali digaungkan melalui Program Women Empowerment: Road to Indonesia Conference on Women and Sharia Community Empowerment (ICWSCE) 2026. Kegiatan hasil kolaborasi Bank Indonesia dengan Fatayat NU Lampung Tengah ini digelar di Lampung Tengah dan dihadiri puluhan kader perempuan, Jumat (15/5/2026).

Acara menghadirkan jajaran Pimpinan Pusat Fatayat NU, termasuk Sahabat Hj. Siti Ela Nuryamah beserta rombongan. Mereka memberikan penguatan kepada kader Fatayat NU se-Lampung Tengah tentang kemandirian ekonomi, kepemimpinan perempuan, dan peran strategis perempuan dalam pembangunan masyarakat.

Program ini digelar sebagai persiapan menuju ICWSCE 2026 sekaligus memperkuat kapasitas perempuan dalam menghadapi tantangan zaman. Fokusnya tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga pada penguatan kepercayaan diri, pengetahuan, dan keberanian perempuan mengambil peran diruang sosial.

Dalam sambutannya, Hj. Siti Ela Nuryamah menegaskan perempuan masa kini harus mandiri, produktif, dan berani berkembang. Ia menyebut pemberdayaan perempuan adalah kunci lahirnya generasi kuat dan lingkungan sosial yang sehat.

“Perempuan memiliki kekuatan besar dalam membangun keluarga dan masyarakat. Ketika perempuan berdaya, maka lahirlah generasi yang kuat dan lingkungan sosial yang sehat,” ujarnya di hadapan peserta.

BACA :  Ungkap Puluhan Kasus Korban Perempuan dan Anak, Polresta Bandar Lampung Tuai Apresiasi Elemen Masyarakat

Suasana acara berlangsung hangat dan interaktif. Para kader aktif mengikuti sesi diskusi dan motivasi. Kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi untuk memperkuat jaringan antarperempuan dalam pengembangan usaha, pendidikan, dan gerakan sosial kemasyarakatan.

Kolaborasi dengan Bank Indonesia menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan kini menjadi agenda bersama, khususnya dalam penguatan ekonomi syariah dan pengembangan UMKM perempuan berbasis komunitas.

Fatayat NU Lampung Tengah menegaskan komitmennya sebagai organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama yang tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi.

Melalui program ini, diharapkan lahir perempuan-perempuan tangguh yang mampu menjadi inspirasi, pelopor kebaikan, dan penguat ketahanan keluarga di tengah dinamika zaman. (yla/ury)