Mahasiswa IIB Darmajaya Rancang Sistem Informasi Monitoring Hujan di Kota Bandar Lampung

oleh

Bandarlampung (gemamedia)
Mahasiswa Sistem Informasi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya merancang Sistem Informasi Monitoring Hujan di Kota Bandar Lampung.

Muhammad Farhan Ramadhan mengaku perancangan Sistem Informasi Monitoring Hujan di Kota Bandar Lampung karena masih belum adanya informasi cuaca yang lebih spesifik. “Selama ini tidak ada yang spesifik hanya secara umum saja,” ungkap dia Selasa, (22/10/19).

Sistem Informasi Monitoring Hujan di Kota Bandar Lampung yang dirancangnya dalam bentuk alat dengan dipasang di atas atap rumah. “Untuk pemasangan alat di atap agar sensor mengetahui bahwa lokasi tersebut mengalami hujan atau tidak ketika air mengenai sensor,” ujarnya.

Proses kerjanya, ketika sensor terkena tetesan air maka akan mengirimkan ke sistem. “Nanti sistem akan menampilkan dalam laman http://sisteminformasihujan.site dengan keterangan waktu, status hujan, dan tingkat hujan,” bebernya.

Farhan – biasa dia disapa—menerangkan informasi dalam laman akan tampil dalam hitungan detik. “Dengan Sistem Informasi Monitoring ini masing-masing kecamatan dan kelurahan akan termonitor cuacanya,” kata dia.

BACA :  Kunjungan ke IIB Darmajaya, Yayasan Majelis Peduli Masyarakat Bagikan Buku

Sebelumnya pembuatan alat yang dilakukannya juga banyak mendapatkan referensi dari jurnal Universitas Gadjah Mada dan Universitas Sriwijaya. “Agar dapat mengirimkan pesan ke website, alat juga disambungkan ke laptop dengan kabel USB dan terkoneksi oleh jaringan internet,” tuturnya.

Sementara, Ketua Jurusan Sistem Informasi IIB Darmajaya, Nurjoko, S.Kom., M.T.I., mengatakan Sistem Informasi Monitoring Hujan di Kota Bandar Lampung merupakan penelitian skripsi mahasiswa Sistem Informasi. “Muhammad Farhan Ramadhan melakukan penggarapan sistem hingga enam bulan,” ungkapnya.

Implementasi program yang diciptakannya ini sangat membantu masyarakat dan instansi terkait dalam memonitor cuaca. “Mahasiswa juga dibimbing dan diberikan masukan sebelumnya ketika membuat program dalam skripsinya. Jadi program yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan kepada khalayak ataupun stakeholder yang membutuhkan,” tuturnya.

Dia menambahkan penelitian skripsi yang dihasilkan oleh mahasiswa juga disesuaikan dengan Era Revolusi Industri 4.0. “Kita mengarahkan agar apa yang diteliti bisa lebih friendly dan bersahabat kepada pengguna,” tandasnya. (**)