Gudang Minyak Oplosan Tak Tersentuh Hukum

oleh

PESAWARAN (gemamedia)

Dugaan gudang oplosan BBM dengan melibatkan kendaraan tangki PT Pertamina Persero di Desa Negeri Sakti oleh jaringan mafia BBM ilegal disinyalir hingga hampir kurun waktu satu bulan (13/7/2019) lalu saat terendus menjadi berita viral khususnya di wilayah Lampung hingga kini belum terkabar adanya penetapan dugaan para pelaku usaha gelap yang merugikan banyak masyarakat itu terindikasi semakin dingin majauh dari ranah hukum.

Pasalnya jaringan mafia BBM oplosan yang diduga bekerjasama dengan kendaraan tangki PT Pertamina disinyalir mengirim minyak perusak mesin itu ke beberapa SPBU di Lampung dengan terlebih dahulu mencampurkan BBM murni dalam tengki PT Pertamina di dengan minyak mentah asal Sekayu Palembang pada kalangan mafia ini akrab di sebut minyak cong.

Dari hasil yang dihimpun awak media jarigan mafia oplos BBM yang sangat melekat dengan armada PT Pertamina diduga karena adanya keterlibatan oknum TNI -AL Setiayadi yang sudah di mutasi ke Armabar Jakarta tahun 2017, kemudian disebutkan pula nama Hartap Sinaga juga seorang oknum TNI – AL serta warga sipil sebagai pemodal bisnis ilegal dengan julukan Sinaga solar dan dia adalah warga way lunik panjang Bandarlampung.

BACA :  Priyanto Pimpin Upacara Bulanan dan HUT Provinsi Lampung Ke-55

Sementara dugaan pemilik usaha oplos BBM Sinaga solar dan rekan rekanya masih memiliki beberapa gudang yang sama dan juga digunakan untuk aktifitas pengoplosan minyak murni dengan minyak mentah namun belum terendus oleh aparat.

Dari keterangan warga sekitar yang tak ingin di sebutkan nama nya dirinya pernah ikut bekerja di dalam gudang ilegal tersebut.
“Gudang mereka di Srimulyo tidak jauh dari situ .selain gudang tersebut masih ada gudang lagi mas ,tapi tidak jauh dari lokasi itu dan ada juga di daerah gading Rejo mungkin saat ini masih beraktifitas namun sulit untuk bongkar karena mereka sudah koordinasi ke beberapa aparat hukum agar mereka bisa lebih nyaman.Dulu aj kami pernah tertangkap di bay pas oleh hisnawa migas tapi tidak ada yang tertahan .dan tak lama kemudian buka kembali di Srimulyo negeri sakti .walaupun sudah terhendus tapi hingga saat ini belum ada yang di proses.”ujar nya kepada media”

Hingga berita ini di turunkan belum ada info pemeriksaan dari pihak polres dan Polda Lampung kepada pemilik gudang prihal dugaan aktifitas oplos BBM di wilayah hukum pesawaran dan saat media melakukan konfirmasi belum mendapatkan penjelasan yang akurat terkait peran para mafia BBM ilegal dan gudang oplosan yang ditinggalkan oleh pemiliknya sejak (13/7). (Red)

BACA :  Lima Kecamatan di Kabupaten Lampura Dilanda Banjir, Bupati Agung Siap Turun Langsung