Dosen IBI Darmajaya Isi Diklat Gabungan KIR se Lampung

oleh

Bandarlampung (gemamedia)
Dosen Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Darmajaya menjadi pembicara dalam Diklat Gabungan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) se Lampung (Digarla) di SMAN 3 Metro.

Digarla berlangsung selama dua hari (24 – 25 Agustus 2019) diikuti oleh beberapa SMA/SMK/MA di Kota Metro, Lampung Timur, dan Lampung Tengah.
Pengajar IBI Darmajaya Dr. Lukmanul Hakim menjadi pembicara dengan materi Sistematika Penulisan Karya Ilmiah Remaja. “Digarla ini juga disponsori oleh bagian Pemasaran IBI Darmajaya,” ucapnya.

Dia menerangkan KIR merupakan bagian dari pengenalan pelajar dalam dunia penelitian. “Ratusan pelajar sangat antusias mendengarkan materi. Ada yang sudah memiliki produk yakni SMAN 3 Metro dengan membuat tinta dari kulit jengkol,” ujarnya.

Menurut dia, memberikan kesadaran meneliti sejak dini juga menjadi tugasnya sebagai seorang akademisi. “Menumbuhkan kesadaran sejak dini dan menanamkan keingintahuan pelajar dalam dunia penelitian menambah khasanah dan wawasannya,” tuturnya.

Kepala LP4M IBI Darmajaya, Dr. Suhendro Yusuf Irianto, M.Kom., mengatakan pengajar IBI Darmajaya tidak hanya melaksanakan tugas dalam mengajar di kampus. “Sebagai bagian dari pengabdian masyarakat juga diwajibkan untuk melakukan penelitian dan pengembangan keilmuannya. Permintaan menjadi pembicara sebagai akademisi juga bagian dari pengabdian masyarakat,” ungkapnya.

BACA :  Dosen Akuntansi IIB Darmajaya Beri Kuliah Mahasiswa UUM di Malaysia

Suhendro menjelaskan peran akademisi dalam membangun mindset pelajar untuk meneliti juga menjadi kewajiban bersama dengan tenaga pendidik lainnya. “Dosen tidak hanya mencerdaskan mahasiswa tetapi dapat berbuat lebih kepada masyarakat,” tuturnya.

Wakil Rektor I IBI Darmajaya, Dr. RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., mendukung dosen IBI Darmajaya menjadi pembicara dalam seminar maupun pelatihan sesuai dengan keilmuannya. “Ini sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi dan visi IBI Darmajaya untuk menjadikan perguruan tinggi pembelajaran unggul berbasis riset dan teknologi informasi,” ungkapnya.

Doktor lulusan Jepang ini menambahkan IBI Darmajaya selalu melakukan peningkatan kemampuan dari tenaga pengajar. “Pelatihan dan seminar juga selalu diikutkan sehingga dapat memberikan ilmunya ketika menjadi pembicara,” ujarnya.