A2P3 Lampung Resmi Terbentuk

oleh

Bandarlampung (gemamedia)
Aliansi Angkutan Pengemudi Pelabuhan Panjang (A2P3) sebagai wadah menampung apspirasi dan keluhan para supir angkutan pengemudi dipelabuhan panjang akhirnya resmi terbentuk.

Peresmian A2P3 tersebut dilakukan dengan pembacaan deklarasi pengurus A2P3 yang disaksikan langsung oleh aparat pemerintahan baik provinsi, kota dan perwakilan dari kodim 0410 di gedung Rimbawan Bandarlampung, Senin (21/8/2019).

Tampak hadir perwakilan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) cabang Panjang (IPC Panjang), Dewan Pembina A2P3  sekaligus Wakil Walikota Bandarlampung Yusuf Kohar,Ketua DPD Petir Lampung Fadhil Hakim.SH dan lainnya.

Mewakili Gubernur, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dishub Lampung Yudi Hendra menyampaikan A2P3 baru dibentuk dapat menjalankan amanah.Dijelaskannya, pelabuhan panjang sudah semakin maju bahwa pelabuhan sudah menuju internasional diantaranya setiap pengunjung memasuki pelabuhan sudah memakai id card berbasis digital.”Kita berharap A2P3 dapat bekerja secara Profesional,”pintanya. 

Usai dilantik, Ketua Umum A2P3 Hendri Dunan mengatakan, dasar didirikannya Aliansi ini dikarenakan selama ini di dalam pelabuhan tidak ada wadah untuk mengadu dan mengayomi bagi para supir angkutan. 

BACA :  Condrowati, Serap Aspirasi Hingga Berbagi di Tengah Wabah Covid – 19 Menjadi Konsen Utama

Sehingga pihaknya berpikir bagaimana menciptakan aliansi untuk mengangkat harkat dan martabat agar tidak dipandang sebelah mata. 

“Kita akan bentuk kerja sama antara pengusaha dan pengemudi guna  kesejahteraan seluruh anggota organisasi yang merupakan supir angkutan pengemudi di pelabuhan panjang. Saat ini juga SDM yang ada sudah membaik, karena kita selalu ada evaluasi, dan angkutannya juga semakin membaik,” kata dia.

Wakil ketua dewan Pendiri A2P3 Rudianto menerangkan, pembentukan A2P3 ini merupakan hasil musyawarah dewan pendiri pada 11 Maret lalu. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan karena selama ini sering terjadi ketimpangan sosial terhadap pengemudi yang berada di Pelabuham Panjang. 

“Dahulu pernah ada supir yang sudah menarik tetapi tidak dibayar. Maka dari itu kami ingin mewadahi penghuni pelabuhan panjang, karena selama ini yang ada hanya monopoli. Kita juga memikirkan kesejateraan pengemudi, karema terkadang ketika sudah tak berguna di buang begitu saja,”pungkasnya. (nyla/*)