Tiga Pembicara University of Zagreb akan Isi Kuliah Umum di Darmajaya

oleh

Bandarlampung (gemamedia)

Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kerjasama dengan Universitas Lampung akan menggelar kuliah umum dengan menghadirkan tiga pembicara dari University of Zagreb, Kroasia, Jumat, 28 Juni 2019.

Kuliah yang mengambil tema The Role of International Organization on Globalization, Peace, and Conflict ini akan berlangsung di Gedung Alfian Husin Lantai III. Adapun pembicaranya yakni Dr. Ruzica Jakesevic, Mr. Borna Zquric, Maq., Pol., dan Dr. Marta Zorko dengan dimoderatori oleh Dr. Faurani.

Ketua Pelaksana Kuliah Umum, Joko Triloka, Ph.D., mengatakan IIB Darmajaya akan menggelar kuliah umum dengan pembicara langsung dari University of Zagreb. “Pelaksanaan kuliah umum juga terkait kunjungan University of Zagreb dan Vern University dari Kroasia ke Provinsi Lampung,” ungkap dia Selasa, (25/6/19).

Joko –biasa disapa—menerangkan bahwa kuliah umum akan diikuti oleh ratusan peserta. “Ada sekitar 300 peserta yang ikut dalam kuliah umum dan dosen juga menjadi peserta kuliah umum,” ujarnya.
Dia melanjutkan kuliah akan dimulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00. “Nanti juga akan dilakukan penandatanganan kerjasama antara IIB Darmajaya dengan University of Zagreb,” tuturnya.

BACA :  Ories 2019, Warek l: Kalian Harus Bangga Jadi Mahasiswa IIB Darmajaya

Terpisah, Wakil Rektor IV IIB Darmajaya, Prof. Ir. Zulkarnain Lubis. M.S., mengatakan kunjungan dan kuliah umum University of Zagreb dan Vern University menjadi kesempatan yang baik bagi Darmajaya dalam peningkatan kualitas pembelajaran. “Ini juga sebagai bagian belajar kepada institusi luar negeri yang bisa dimanfaatkan dalam kunjungannya ke Provinsi Lampung. Tukar ilmu dan share merupakan bagian dari insan akademis,” ungkapnya.

Prof Zul –biasa disapa—menuturkan pelaksanaan kuliah umum juga harus benar-benar dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen Darmajaya. “Kerjasama yang akan dilakukan Darmajaya dengan University of Zagreb akan dimanfaatkan untuk peningkatan kampus dalam persaingan era revolusi industri 4.0 dan society 5.0,” tutupnya.