Mahasiswa Darmasiswa IIB Darmajaya Tampil Memukau Dengan Musik Cetik Lampung

oleh

Bandarlampung (gemamedia)

Pagi ini (18/06), Hoang Vo Le bangun lebih awal dari biasanya. Pria berusia 23 tahun itu semalam tidur cukup larut, usai menghadiri pembukaan kegiatan Pembekalan Kepulangan Mahasiswa Program Beasiswa Darmasiswa di Balaikota Surakarta.

Dia bertemu dengan sekitar 679 mahasiswa asing dari 82 negara yang telah menyelesaikan Program Beasiswa Darmasiswa tahun akademik 2018/2019 di 70 perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya Hoang Vo Le yakni mahasiswa asal Vietnam yang menjalani Program Beasiswa Darmasiswa di Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Lampung.

Usai sarapan pagi, pria yang juga akrab disapa Budi ini segera berhias. Dia merasa penuh percaya diri, dan tampil kharimatik menggunakan peci dan kain khas Lampung. Tidak lupa, dia juga membawa Cetik (gamolan pekhing), alat musik tradisional Lampung.

Bersama rombongan, Budi berangkat dari hotel menuju Pura Mangkunegaran Surakarta. Dia menjadi salah satu pementas yang tampil pada Pergelaran Karya Darmasiswa.

Sekitar pukul 09.00 WIB, nama Hoang Vo Le disebut pembawa acara untuk tampil. Nada-nada berirama terdengar nan merdu saat Budi memainkan alat musik Cetik Lampung. Tangannya piawai memukul alat musik yang terbuat dari bambu tersebut. Ia membawakan 3 instrumen lagu meliputi Tabuh Khapot, Tabuh Tari, dan Tabuh Alau-Alau.

BACA :  Frans Agung: Wisudawan Harus Tanggap Terhadap Situasi dan Lingkungan Sosial

Penampilannya yang memukau membuat suasana menjadi hening, penonton seakan dibuat terhipnotis oleh alunan musik cetik Lampung. Kemampuan Budi menguasai alat musik tradisional tersebut mengundang decak kagum. Tepukan tangan yang meriah pun diberikan audiens menutup penampilannya.

Budi merasa lega, senang dan bangga telah mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dimana ia telah mempelajari dan berlatih alat musik cetik Lampung sejak 6 bulan lalu di IIB Darmajaya.

“Disisi lain, saya juga merasa sedih. Ini menjadi moment-moment terakhir saya di Indonesia. Tidak terasa, hampir 1 tahun sudah saya melalui banyak kenangan indah dalam mempelajari Bahasa dan Budaya Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung” ujarnya.

Pergelaran Karya Darmasiswa juga menampilkan beragam kesenian lainnya yakni Tari Bujang Gadis dari Universitas Sriwijaya, Tari Margapati dari ISI Denpasar, Tari Ramayana dari ISI Yogyakarta, Tari Bondoboyo dari Pura Mangkunegaran, Tari Jaipong Keser Bojong dan Tari Jaipong Kembang dari ISBI Bandung.

“Kagum menyaksikan keanekaragaman seni dan budaya Indonesia. Disisi lain, Indonesia juga memiliki banyak destinasi wisata alam yang luar biasa keindahannya. Hal itu yang akan saya sampaikan tentang Indonesia saat kembali ke negara asal,” ungkapnya.

BACA :  Cerita Melisa Priscilla, Lulusan Terbaik IIB Darmajaya “Ditinggal Sang Ayah Sejak SMA, Kuliah dari Beasiswa Bidik Misi”

Terpisah, Rektor IIB Darmajaya, Ir. H. Firmansyah Y Alfian, MBA., MSc menuturkan, sebuah kebanggaan bagi IIB Darmajaya memperoleh kepercayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) untuk menerima mahasiswa Program Darmasiswa.

“Semoga kedepannya IIB Darmajaya kembali dipercaya untuk mengelola beasiswa Darmasiswa dari Kemedikbud. Program ini sangat bagus dengan membentuk mahasiswa asing menjadi duta-duta yang memperkenalkan Indonesia di negaranya masing-masing. Sehingga semakin banyak wisatawan asing yang tertarik untuk mengunjungi Indonesia,” tandasnya.(*)