Mengenal sakit kepala bersama dr. Zam

oleh

Bandarlampung (gemamedia)

Dokter spesialis saraf Rumah Sakit Abdoel Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung, dr. Zam Zanariah, Sp.S., M.Kes menjelaskan, bahwa sakit kepala primer terdiri dari beberapa tipe yaitu migrain, sakit kepala tegang (tension type headache), sakit kepala cluster, dan sakit kepala hemikranial paroksisimal. Sedangkan, sakit kepala sekunder bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya :

  1. Sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi infeksi seperti meningitis. Infeksi juga dapat berasal dari bagian tubuh lain selain kepala, seperti yang terjadi pada kasus sinusitis, flu, infeksi telinga, serta infeksi pada gigi.
  2. Trauma. Misalnya akibat terbentur atau setelah mengalami kecelakaan.
  3. Adanya perdarahan atau sumbatan pembuluh darah di dalam otak (stroke)
  4. Kanker otak/tumor otak
  5. Sakit kepala rebound. 

Dokter Zam, Kepala Instalansi Rawat Jalan di RS. Abdul Moeluk Provinsi Lampung mencoba menjelaskannya mengenai sakit kepala secara detail.

  1. Sakit kepala tegang (tension headache).

Tension headache adalah tipe sakit kepala yang paling sering dialami. Mereka yang mengalaminya merasakan sakit kepala konstan di kedua bagian kepala, belakang mata atau terkadang leher.

BACA :  Dukungan ke Arinal-Nunik hingga Pasar Bambu Kuning

“Banyak pula yang merasa kepalanya seperti diikat,” kata dokter Zam.

Tipe sakit kepala ini bisa terjadi karena beberapa hal, seperti stres, kurang tidur, atau lapar. Namun sebenarnya ada hal lainnya yang bisa dilakukan.

Dr. Zam menjelaskan, kita bisa berbaring di sebuah tempat yang gelap dan sepi atau meletakkan kain hangat di dahi atau leher.

“Jika masih merasakan gejala sakit yang berkepanjangan, berkonsultasilah pada dokter untuk mencari tahu alasan di balik sakit kepala itu,” ujar dia.

  1. Sakit kepala di belakang mata

Bergantung dari tingkat sakitnya, sakit kepala di belakang mata juga sangat umun terjadi. Sakit kepala semacam itu bisa menjadi gejala beberapa tipe sakit kepala lainnya, termasuk sakit kepala tegang, sakit kepala cluster, migrain, atau masalah pada mata.

“Pengobatannya bergantung pada penyebab sakit kepala tersebut, jika tak yakin dengan sakit kepala apa yang dialami tersebut, coba konsultasikan pada dokter,” kata dia.

  1. Sakit kepala belakang leher atau kepala

“Postur tubuh yang salah bisa membuat leher keseleo dan cedera tulang belakang bagian atas. Ini bisa menyebabkan sakit kepala disertai sakit leher,” kata dr.Zam.

BACA :  dr. Zam Hadiri Dialog Demensia Tegar TV

Untuk mengobatinya, ia merekomendasikan langkah koreksi postur tubuh, olahraga leher, hingga fisioterapi.

  1. Sakit kepala dehidrasi

Dehidrasi atau kurang minum juga bisa menyebabkan sakit kepala. Dalam kondisi tersebut, otak akan berkontraksi sementara, karena kekurangan cairan dan menyebabkan sakit kepala.

Obat penghilang rasa sakit bisa membantu, namun redehidrasi harus menjadi pilihan pertama. Tidak perlu minum terlalu banyak dalam sekali teguk. Mulailah dengan meminum beberapa teguk dan mengkonsumsi air dalam jumlah cukup secara rutin.(*)