Bupati Way Kanan Salurkan Bantuan Sebesar 400 Juta Pasca Tsunami di Lampung Selatan

oleh

Kalianda (gemamedia)

Bantuan kemanusian pasca musibah tsunami di Lampung Selatan masih terus mengalir. Bantuan kali ini datang dari pemerintah dan masyarakat Kabupaten Way Kanan.

Bantuan berupa uang sebesar Rp400 juta itu, secara simbolis diserahkan Bupati Way Kanan Raden Adipati kepada Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto di Rumah Makan Kayu, Way Halim, Bandar Lampung, Kamis (21/3/2019).

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Way Kanan terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah tsunami beberapa waktu lalu,” kata Raden Adipati saat menyerahkan bantuan.

Lebih lanjut Raden Adipati mengungkapkan, bantuan tersebut telah lama disiapkan. Namun karena waktu dan kegiatan yang padat, bantuan tersebut belum sempat diserahkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan.

“Alhamdulillah, kebetulan hari ini, kita ada kegiatan di Bandar Lampung, jadi bisa langsung diserahkan,” kata Raden Adipati yang baru mengikuti acara Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa bersama Plt Bupati Lampung Selatan.

Dia juga berharap, bantuan dari masyarakat dan Pemkab Way Kanan tersebut bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Sehingga Lampung Selatan bisa bangkit, dan semakin baik kedepan, pasca musibah tsunami pada 22 Desember 2018 lalu.

BACA :  Winarni Buka Pelatihan Kepribadian Bagi Pengurus dan Anggota DWP Lampung Selatan

“Dengan saling tolong-menolong semuanya dapat menjadi ringan, dan Insya Allah, Lampung Selatan semakin maju dan berkembang,” ucapnya.

Sementara, Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menyampaikan ucapan rasa terima kasih yang tinggi kepada masyarakat dan Pemkab Way Kanan atas bantuan yang diberikan untuk meringankan beban para korban tsunami.

“Bantuan yang diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Way Kanan ini menjadi penyemangat dan suport bagi masyarakat Lampung Selatan yang terkena musibah tsunami, untuk bangkit dan menjadi lebih baik lagi kedepan,” kata Nanang. (*)