Gelar Reses, Wanita Parlemen DPRD Lampung di Borong Pertanyaan

oleh

Bandarlampung (gemamedia)

Masih dalam rangkaian reses, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Lampung, Apriliati menggelar silaturahmi dengan seratusan masyarakat Sukajawa Lama, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Jumat (22/2) siang.

Dalam kunjungannya, Apriliati mengimbau kepada para warga yang hadir untuk lebih cerdas dalam mensortir informasi maupun pemberitaan di media maupun media sosial, terlebih jelang pemilihan presiden 17 April mendatang.

“Artinya, kita harus lebih bijak dalam menyerap dan meneruskan informasi, apa lagi berhubungan dengan politik jelang Pemilu. Sebab, semua sudah ada konsekuensinya, artinya saat ini sudah ada UU ITE untuk meminimalisir kabar hoax di media ataupun media sosial,” jelasnya.

Saat sesi tanya jawab, salah satu perwakilan warga, Ita meminta arahan kepada Politisi PDIP Lampung ini untuk menindaklanjuti terkait persoalan PKH yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Ini tidak adil bu, kita penduduk asli tidak dapat (PKH), sedangkan masyarakat yang ngontrak malah dapat. Sebenarnya jalur PKH dari pemerintah ni seperti apa Bu?” tanya Ita.

BACA :  DPRD Metro Dukung Penuh KPU Wujudkan Pilkada Bersih dan Berintegritas

Menanggapi hal ini, April menjelaskan bahwa PKH merupakan program keluarga harapan yang beradal dari Pemerintah Pusat yang diteruskan ke pemerintah daerah melalui Dinas sosial masing-masing.

“Karena ini program dari Pemerintah Pusat, maka kami minta datanya, dan kepada ibu-ibu yang siap menjadi relawan untuk inventarisir, saya sangat berterima kasih. Nanti, akan kita cocokkan datanya dengan Dinsos setempat. Jangan sampai, orang yang sudah meninggal atau pindah alamat, masih dapat,” jelas April.

Hal ini, kata April, sudah menjadi tugas Anggota DPRD Lampung Dapil Bandarlampung untuk mengakomodir. “Di Komisi I, kami sudah mengesahkan Perda tentang bantuan hukum untuk masyarakat miskin, agar bagaimana masyarakat miskin dapat anggaran bantuan hukum jika terkena persoalan hukum. Ini akan sangat membantu,” ceritanya.

Selain itu, salah satu warga, Vivin mengeluhkan masalah banjir di daerahnya. Menanggapi hal ini, April mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan, dengan cara tidak buang sampah sembarangan.

“Bencana banjir bukan hanya terjadi di daerah sini saja, karena terjadi juga di beberapa Kecamatan lain, bahkan Kabupaten lain. Artinya, kita harus sebisa mungkin mencegah datangnya banjir ini, dengan cara membersihkan lingkungan sekitar, gorong-gorong, saluran drainase. Dan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (*)

BACA :  Ni Ketut Dewi Nadi Gelar Sosper Pembangunan Ketahanan Keluarga