FKUB Lampung Utara : Mukri Harus Tegas

oleh

Kotabumi (gemamedia)

Belum adanya tindakan tegas oleh pihak Rektor UIN-RIL soal oknum dosen yang dilaporkan mahasiswinya atas dugaan tindak asusila membuat masyarakat menduga-duga ada apa dengan kampus UIN ? bahkan sengkarut ini juga “Menguji Nyali” sang Rektor untuk segera tegas menon-aktifkan Dosen SH.

Pasca ramainya teguran dari berbagai pihak, kini giliran Tokoh Agama dan Forum kerukunan umat beragama (FKUB) Lampung Utara yang meminta Rektor UIN-RIL, M Mukri sebagai pemegang tampuk tertinggi di instansi pendidikan itu untuk ‘mengamankan’ terlebih dahulu oknum dosen terlapor berinisial SH.

“Amankan dulu atau simpan dulu oknum dosen terlapor itu jangan ‘dipajang-pajang’ atau dimunculkan dulu di kampus itu, ini hanya akan membuat orang menduga-duga, ada apa dengan pimpinan UIN kok terkesan diduga tidak tegas,”Ungkap Ketua FKUB Lampura, H Sihul Ali saat ditemui dikediamanya di Kotabumi, Senin (06/02/2019) lalu.

Ketua FKUB Lampura, Sihul Ali meminta Mukri untuk bijak mencermati masalah ini, sebab bila tidak, secara otomatis akan berpengaruh pada lembaga pendidikanya, selain akan membuat menurunya kepercayaan masyarakat, kasus ini juga akan membuat Mukri terus disoal dan didera kritikan pedas bila belum ada tindakan tegas.

BACA :  Walikota Pairin Salurkan Hak Suara di TPS 13 Kelurahan Metro

“Kalau masalah ini terus disorot saya yakin kepercayaan masyarakat akan turun terhadap lembaga pendidikanya, Saya yakin Pak Mukri seorang bijak, maka ada baiknya ‘amankan’ dulu oknum dosen itu supaya suasana tenang,”Tegas mantan pegawai Depag itu.

Sejauh ini pihak rektorat UIN-RIL selalu beralasan telah menyerahkan oknum dosen SH kepada penegak hukum, tetapi disisi lain sebagai sangsi intern sementara belum ada terhadap SH, ia masih melenggang bebas dikampus untuk mengajar seakan tidak ada sesuatu terjadi.

“Sampai saat ini anak saya selalu mengatakan takut dan merasa ‘Dihantui’ bila melihat atau berpapasan dengan dosen SH dikampusnya, kenapa sih kok masih bebas saja padahal sedang bermasalah,”Ungkap Ibu Korban dugaan pelecehan seksual yakni Inisial NI.

Adapun masalah lain yang dirasakan oleh pihak keluarga ialah rasa ketakutan yang besar dan rasa beban sosial yang amat berat ditengah masyarakat lantaran peristiwa itu, sehingga mereka menyebut PIIL bagi mereka untuk menerima secara ajkal sehat pinangan damai yang diajukan Utusan UI saat itu.

BACA :  Kapolres Lamsel Menerima Audiensi Atlet Taekwondo Peraih Medali Emas Kapolri Cup

“Saya ini rakyat kecil apalah daya, saya juga jauh, kalau saja saat itu saya dekat memang sudah saya maki itu orang (oknum dosen), bagi kami Lampung, sudah PIIL rasanya, apalagi kalau cuma datang ketemu minta maaf tapi orangnya gak ada takut cuma ngutus orang,”jelasnya. (*)