Abdul Hakim Minta Insan Pers Kritisi Bukunya

oleh

Bandarlampung (gemamedia)

Calon Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI, Abdul Hakim bersama Dr. Imam Muhajirin Elfahmi menggelar bedah buku bersama insan media untuk mengupas buku karyanya yang berjudul “Menjunjung Lampung Dengan Semangat Ampang Pungu”, di Rumah Makan Garuda, Kamis (14/2/2019).

Dijelaskan Dr. Fahmi buku yang telah di lounching sekitar dua minggu yang lalu tepatnya (2/2/2019) di Lampung Tengah berisikan 8 program pendukung dan 22 program terapan yang dikemas secara komprehensif dan berisi beberapa isu strategis seperti pengembangan sumber daya manusia (SDM), pengentasan kemiskinan, pengentasan pengangguran, perluasan lapangan kerja, pengembangan pariwisata, infrastuktur dan pertanian demi membangun Lampung sejahtera.

“Saya menjadi saksi dalam penyusunan isi buku tersebut, saya juga telah ikut langsung turun bersama beliau di 15 kabupaten/kota. Untuk membantu mengakselarasi pembangunan di Lampung, kami berinisiatif membentuk Daftar Isian Masalah Pembangunan Daerah (DIMPAD) yang berisi kebutuhan pembangunan daerah dengan menggerakan seluruh elemen untuk terlibat dalam proses pembangunan, baik Gubernur, Bupati, Walikota hingga tingkat desa,” papar Dr. Fahmi.

Dalam diskusi ini salah satu wartawan wanita Nyla memberikan masukan agar Abdul Hakim mempertajam isi buku yang terkait peningkatan kesejahteraan guru ngaji dan marbot.

BACA :  Andi Surya: PEPABRI, PERIP dan Warakawuri Metro Adalah Pejuang NKRI

“Mengapa hanya guru ngaji dan marbot, karena di Indonesia ada 5 agama. Apakah anda juga ikut memperhatikan kesejahteraan guru-guru agama lain?” tanya Nyla.

Abdul Hakim mengapresiasi masukan dari Nyla, dan akan memasukan usalan tersebut ke dalam buku. Menurutnya, bedah buku yang digelar memang bertujuan menerima masukan dan kritik dari insan media.

“Betul di Indonesia bukan hanya Islam, tentu kami akan perhatikan semua. Terimkasih masukan kritik dan sarannya dalam buku saya, ini salah satu fungsi pertemuan ini agar saya dapat mengoreksi dan melakukan pembenaran bila ada kekurangan, sebenarnya anggaran untuk program ini telah ada baik di APBD ataupun di pusat, kami akan membantu memaksimalkan,” jawab Abdul Hakim. (nl/*)