Polres Lamsel Gelar Perkara Kasus Vidio Mesum Anak dan Bapak

oleh

Kalianda, gemamedia.co
Polres Lampung Selatan menggelar perkara kasus vidio mesum antara anak dan bapak kandung yang di gelar di halaman mapolres Lamsel pada Senin (21/01/19).


Dalam gelaran perkara itu, pihak Polres hanya menunjukan barang bukti 3 unit hp yakni masing-masing merk oppo 2 unit dan satu unit merk nokia serta tas milik korban.


Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Efendi SIK mengungkapkan bahwa Vidio mesum anak dan bapak kandung yang selama ini tersebar disangkakan oleh masyarakat, setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak jajarannya ternyata itu tidak sesuai dengan dugaan masyarakat selama ini. Dari hasil penyelidikan ternyata dia (PR) adalah korban yang disuruh oleh suami sirinya untuk melakukan pelecehan seksual kepada ayah kandungnya dan termasuk beberapa orang dan anak tiri korban.

PR merupakan istri sirinya K alias W (35) yang telah ditetapkan sebagai tsk oleh pihaknya yang kini masih mendekam di LP Kota Metro karena kasus Narkoba.


“prilaku korban kepada ayahnya yang ada di vidio itu atas perintah suami sirinya. Baik vidio Live mesum ataupun dengan yang lainnya itu merupakan diperintah oleh suami siri. Dan parahnya lagi bahkan anak suami sirinyapun telah di perintahkan agar bersetubuh dengan korban,” ungkapnya.

BACA :  Winarni : Desa Way Sari Wajar Masuk Dalam Nominasi Terbaik Nasional 2019


Syarhan menjelaskan bahwa Vidio itu dilakukan di awal tahun 2018 lalu. Awalnya pelecehan hanya dialami dulu dirinya sendiri (PR) lantaran karena PR sering diancam apa bila korban tidak melakukan itu akan sebarkan vidionya. Dan PR selalu mengikuti apa perintah suaminya karena dia di iming-imingi akan dinikahi oleh tks itu.

Singkat cerita lalu, vidio itu tersebar setelah komunikasi antara korban dan suami sirinya terputus. Lantaran orang tua korban memang melarang keduanya bersatu hingga suami sirinya di tahan di LP Metro karena kasus narkoba.

Dari perkara itu pihak Polres juga sudah memeriksa 6 saksi mengamankan sarana dan beberapa barang bukti yang disaran tsk untuk melakukan hal itu. Termasuk HP, Tas.
Pihak Polres juga mengundang psikiater guna untuk pendalaman perkara itu, kalau-kalau PR ada kelain kejiwaan.

untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tks, dia dikenakan UU RI nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU 11 tahun 2008 tentang ITE tentang informasi dan transaksi elektronik. (*)