PBHI Lampung Kecam Tindak Asusila Di UIN

oleh

Bandar Lampung (gemamedia)

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) wilayah Lampung, mengecam keras adanya dugaan tidak asusila di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Lampung oleh seorang oknum dosen. Selain meminta polisi beetindak tegas, pihaknya juga berencana membuka posko aduan untuk para korban.

Ketua PBHI Lampung, Aswan Abdulrachman menjelaskan, sikap ini diambil karena PBHI Wilayah Lampung memiliki rasa keterpanggilan, terkait ramainya pemberitaan adanya korban dugaan pelecehan seksual yang diketaui lebih dari satu orang oleh satu oknum dosen yang sama.

“Untuk memenuhi rasa keadilan kami mendorong pihak kepolisian agar segera mengungkap pelaku ‘Predator Wanita’ ini, tidak menutup kemungkinan kami juga berencana akan segera membuka posko di UIN RIL, sekarang kami sedang konsultasi dengan teman-teman bagaimana teknisnya, karena ini sudah bahaya menurut informasi yang kami terima kabarnya korban lebih dari satu,”Ujar Aswan, Rabu (23/01/2019).

Ramainya kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen Sosiologi Fakultas Ushuludin UIN Raden Intan Lampung, inisial SH terhadap seorang mahasiswi , EP (20) ini menjadi Viral lantaran kasusnya ramai diperbincangkan oleh publik bagaimana tidak kampus yang seharusnya memelihara norma-norma sosial justru dirusak oleh oknum pengajar atau Dosen nya sendiri.

BACA :  110 Jenazah Ditemukan, 103 Sudah di Identifikasi oleh Tim DVI Indonesia

“Harus diproses secara tegas, oknum dosen yang citranya jadi panutan kok malah berbuat demikian, kan tidak pantas itu, Lawan. Lanjutkan proses hukum,”Tegasnya.

Diketahui, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Raden Intan Lampung, Dedy Indra Prayoga mengaku dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen, SH bukan hanya mahasiswi, EP.

“Yang terdeteksi sejauh ini 3. Di luar EP,” kata Dedy saat dihubungi, Selasa (22/01/2019).

“Tapi yang 1 belum berani dimintai keterangan,” tambahnya.

Kendati demikian, menurut dia korban lain belum bersedia dimintai keterangan ihwal dugaan pelecehan seksual yang menimpa mereka.

“Sebelum-sebelumnya suda ada beberapa korban, tapi belum semua bersedia untuk dilaporkan juga untuk dimintai keterangan, sejauh ini masih proses juga untuk mengumpulkan korban-korban sebelumnya,” kata dia.

Lantas, dugaan pelecehan seksual itu apakah dilakukan oknum dosen yang sama atau ada oknum dosen lain?.

“Oknum (SH) yang sama,” tandasnya.

Penulis : Putra