Mahasiswi IIB Darmajaya Kuliah di Malaysia : Home Sick, Dosen Humble Hingga Makanan Aneh

oleh


Bandar Lampung (gemamedia

Kelima mahasiswi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya mengenang pengalaman mengikuti program student mobility di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) selama enam bulan (September 2018 – Januari 2019) .

Lima mahasiswi tersebut yakni Dyah Paramitha dan Amilia Rahestri dari jurusan Manajemen, Kustia Febria dan Destia Sri dari jurusan Sistem Informasi, serta Rosha Assyifa dari jurusan Teknik Informatika.

Dyah mengaku senang dapat berteman dengan mahasiswi dari negara-negara di dunia. “Asyik (kuliah) di UTeM karena dosennya memberikan kesempatan bertanya setelah perkuliahan. Bisa melalui what’s apps messenger dan dibalas cepat. Responnya cepat,” ucapnya, Jumat (18/1/2019).

Adapun kenangan yang tak terlupakan bagi kelimanya saat pertama kali tiba di negeri jiran Malaysia. “Pertama kali datang makanannya aneh dan belum terbiasa,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Rosha, kalau dirinya tidak terbiasa awalnya dengan makanan di Malaysia. “Mungkin karena tidak terbiasa tapi setelah makan terus jadi terbiasa dan tidak aneh lagi,” ucapnya.

Tidak hanya asyik dosennya, Rosha juga menceritakan kalau dalam perkuliahan mahasiswa yang telat tidak ditegur oleh dosen. “Terlambat tidak ditegur karena disana sepertinya dosen yang membutuhkan mahasiswa. Tidak ada jarak,” imbuhnya.

BACA :  Ingin Mahir Bahasa Pemograman, Yuk Daftar IT Bootcamp Hima TI Darmajaya

Mahasiswi semeseter III ini menjelaskan perkuliahan di UTeM juga selalu ada praktikum dan tidak hanya mendapatkan teori saja. “2 jam teori dan 2 jam praktikum. Dosennya sangat humble (ramah) dan tidak menunjukkan ilmunya (merendah),” urainya.

Mahasiswi lainnya, Kustiya pun berkeinginan melanjutkan kuliah S2 di Malaysia. “Pengen ngelanjut,” ucap dia diikuti oleh yang lainnya.

Selama enam bulan kelimanya juga berkomunikasi dengan bahasa Melayu. “Sedikit bisa bahasa Melayu. Pas mau pulang (ke Indonesia) home sick. Pas disana (Malaysia) awal dateng tidak kangen rumah dan orang tua,” bebernya.

Wakil Rektor IV IIB Darmajaya Prof. Zulkarnain Lubis, MS., Ph.D mengatakan setiap tahunnya IIB Darmajaya selalu mengirimkan mahasiswa ke luar.

“Program tersebut juga untuk menyiapkan lulusan kita agar memiliki kompetensi bahasa internasional yang bisa bersaing dengan mahasiswa luar negeri. Mereka juga belajar bagaimana budaya disana selain bidang akademisnya,” ungkapnya.

Dia menerangkan peningkatan kompetensi mahasiswa selalu menjadi hal yang utama bagi IIB Darmajaya dengan perkembangan teknologi saat ini. “Lulusan tidak hanya mampu secara akademis tapi juga dapat menguasai teknologi informasi terkini. IIB Darmajaya yang juga dikenal Technopreneurnya selalu menggabungkan IT dengan bisnis agar lulusan dapat membuka lapangan pekerja sendiri maupun menjadi pekerja yang handal dalam perusahaan maupun sebuah instansi,” bebernya.

BACA :  Wow…Prof Roy Sembel Isi Seminar Revolusi Industri 4.0 di Darmajaya

Kepala Bagian International Office IIB Darmajaya, Anggi Andriyadi, S.Kom., M.T.I. menambahkan kelimanya merupakan mahasiswi program student mobility tahun 2018. “Dari tahun 2012 sudah puluhan mahasiswa (student mobility). Negara-negaranya variatif Vietnam, Thailand, Tiongkok, Malaysia, dan India yang pernah kita kirim,” ucapnya.

Student Mobility tahun 2019, lanjut dia, belajar di UniMAP dan University Utara Malaysia kemudian juga ke Imus Institute of Science and Technology Filipina dan University of Law Vietnam dan ke RSSU (Russian State Social University) di Rusia.

“Bagi mahasiswa yang mau ikut sudah disiapkan persyaratannya seperti prestasi akademik dan non akademik, kemampuan bahasa asing dan tidak lupa persiapan fisik dan mental. Karena harus punya nyali tinggal di negara orang itu beda bahasa dan budayanya,” tuturnya.(*)