Komnas Perempuan Kecam Pelecehan Seksual Di UIN Lampung

oleh

Bandarlampung, (gemamedia.co)

Komnas Perempuan kembali menyoroti kasus pelecehan seksual di kampus Indonesia. Teranyar, seorang dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung dilaporkan ke polisi pada awal Januari lalu karena kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya.

Polda Lampung sudah memeriks 5 saksi terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dosen berinisial SH dari Fakultas Usluhudin ini.

Komisioner Komnas Perempuan Sri Nurherwati menyebut Komnas Perempuan mengecam kekerasan seksual di lingkungan kampus. Sri meminta kampus ikut menyusut tuntas kasus dan berupaya mencegah agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kampus sebagai area yang potensi terjadi seharusnya berkontribusi sejak pencegahan hingga penanganan kekerasan seksual,” katanya di Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Sri meminta pihak birokrat kampus UIN Raden Intan bertindak tegas terhadap pelaku. “Ya harus bersikap tegas,” ucapnya

Menurut Sri, kekerasan seksual masih dipandang sebagai kejahatan kesusilaan yang mengakibatkan dianggap aib bagi masyarakat dan sengaja ditutup-tutupi. “Fakta ditutupi agar masyarakat,komunitas tertutupi dari aib. Korbannya tidak terlindungi,” katanya

BACA :  Komandan Brigif 4 Marinir/BS Meresmikan Fasilitas Gedung Dapur dan Gedung Alin Laut Yonif 7 Marinir

Bahkan parahnya, menurut Sri korban dianggap sama-sama berbuat jahat seperti layaknya pelaku. “Korban justru diposisikan setara dengan pelaku,sama sama membuat kejahatan bagi kesusilaan masyarakat,” tambahnya

Sri menyebut kejahatan seksual adalah kejahatan serius dan masuk dalam kekerasan seksual yang harus disikapi dengan tegas.

“Kejahatan yang menyerang seksualitas harus dimasukkan dalam kekerasan seksual yang menyerang tubuh tetutama organ,fungsi dan kesehatan reproduksi, dan kelompok rentan menjadi target sasaran dan terdampak adalah perempuan dan anak,” tandasnya(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.