Ini Isi Debat Capres Prabowo-Sandi

oleh

Bandarlampung (GM)

Debat putaran pertama Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis 17 Januari 2019 mengusung empat tema yakni hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Dalam debat Kamis malam yang disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi, Calon presiden dan cawapres no. O2 Prabowo Sbianto-Sandiaga Uno menyindir Pemerintahan Joko Widodo yang menterinya kerap berbeda pendapat. Prabowo meminta Jokowi menjelaskan apakah dalam pengambilan kebijakan ada konflik kepentingan atau tidak.

Terutama Prabowo meyoroti soal kebijakan impor beras. Saat Mentan Andi Amran Sulaiman dan Dirut Bulog Budi Waseso mengatakan stok beras cukup dan tidak perlu impor, tapi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita justru melakukan kebijakan impor beras dengan jumlah mencapai 2 juta ton lebih.

“Pak Jokowi yang saya hormati, yang membingungkan kami, antara menteri Bapak berseberangan. Ada yang katakan persediaan beras cukup, tapi menteri lainnya ada yang mau impor beras. Makanya kami tanya bagaimana Bapak meyakinkan masyarakat, pejabat yang Bapak angkat tak ada konflik kepentingan?” kata Prabowo kepada Jokowi

BACA :  Barisan Rumah Juang Sepakat Dukung Rycko Menoza

Gaji Pegawai Kurang
Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa penghasilan para pegawai negeri kurang dan tidak realistis. Bila terpilih, dia berjanji akan memperbaikinya agar kualitas birokrat meningkat.

Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto menyebut perlu ada langkah-langkah yang lebih konkret, praktis, dan segera dalam mengatasi politik berbiaya tinggi. Dia mencontohkan bagaimana seorang gubernur gajinya ternyata hanya Rp8 juta.

“Dia mengelola provinsi, umpamanya Jawa Tengah yang lebih besar dari Malaysia, APBD besar. Ini tidak realistis,” kata Prabowo. “Uang dari mana. Tax rasio yang sekarang di bawah 10 persen. Akan saya tingkatkan minimal 16 persen,” kata Prabowo lagi.

Dengan cara demikian, Prabowo percaya kualitas hidup PNS akan lebih baik, kebutuhan terjamin. Tapi, kalau mereka masih tetap korupsi, maka harus ditindak sekeras-kerasnya bila perlu diasingkan ke pulau terpencil untuk nambang pasir.

Prabowo menegaskan kepala pemerintahan harus segera melakukan terobosan-terobosan supaya penghasilan pejabat publik jadi sangat besar. Selain itu, untuk mengurangi politik biaya tinggi, Prabowo juga mengusulkan pemotongan kebutuhan kampanye.

BACA :  Andi Surya Bangun Metro Baru Siapkan Program 6M, Dalam Visi Misi di PDIP Lampung

Soal Partai

Dalam kesempatan ini, Prabowo yang mendapat pertanyaan soal partai Gerindra dari Capres nomor 01 Jokowi.
“Kami partai baru berdiri 10 tahun, saat penyusunan kami memilih siapa yang mau. Tapi ada wakil ketua umum Ibu Rahmawati Soekarnoputri, bertanggung jawab soal ideologi, dan wakil lainnya. Kita punya organisasi Perempuan Indonesia Raya,” kata Prabowo.

Prabowo juga memastikan bahwa partainya saat ini merupakan salah satu partai yang paling banyak caleg perempuan. Katanya, keterwakilan caleg perempuan hampir 40 persen. “Partai saya punya caleg perempuan kayaknya terbanyak, kita punya caleg perempuan mendekati 40 persen. Kita akui ini adalah suatu perjuangan, kita buka peluang sebesar-besarnya untuk perempuan dan saat ini emak-emak juga bergerak. Sekarang pendukung kita yang paling keras emak-emak,” ujarnya.

Soal Terorisme

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan pelaku terorisme di Tanah Air sering dikirim dari pihak luar. Pelaku itu menyamar dengan memakai identitas Islam.

Prabowo menekankan hal ini karena mengetahui berdasarkan pengalaman dalam pasukan anti teror. Ia menceritakan, bersama Luhut Panjaitan ketika masih aktif sebagai prajurit TNI pernah membentuk pasukan spesialisasi anti teror bersama.

BACA :  Basmi Corona, Firmansyah-Prof Bustomi Hentikan Sementara Kegiatan Tim Pemenangan

“Masalahnya karena saya mengetahui seringkali terorisme ini dikirim dari negara lain dibuat nyamar seolah orang Islam. Padahal, dia dikendalikan bukan oleh orang Islam. Mungkin orang asing, jadi saya mengerti,” kata Prabowo. (jam/*)