Andi Surya Berikan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

oleh

Bandarlampung (gemamedia)

Nilai-nilai Kebangsaan yang bersumber dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), digali dari sejarah perjalanan dan perjuangan bangsa Indonesia jauh sebelum Indonesia menegara hingga Indonesia menjadi negara yang merdeka, bersatu dan berdaulat.

Hal tersebut diungkapkan Anggota MPR RI / DPD RI Dr. H. Andi Surya pada acara Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Labuhan Ratu Kecamatan Labuhan Ratu Kota Bandarlampung, (Jum’at, 18/01/19).

NKRI adalah negara kepulauan, terdiri dari ribuan pulau yang dipersatukan oleh lautan dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan utuh tidak terpisahkan. Wilayah NKRI adalah tanah tumpah darah, tanah air, dan sebagai ruang hidup yang merupakan sumber maupun kancah kehidupan bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia tercipta sebagai bangsa pluralis, yang memiliki tingkat keragaman amat tinggi, meliputi berbagai perbedaan mulai dari suku (etnik), bahasa lokal (daerah), adat istiadat sampai dengan agama dan keyakinannya.

Walaupun demikian, segala bentuk perbedaan yang amat beragam itu kemudian dapat diselaraskan oleh tujuan dan cita-cita hidup bersama, yaitu merdeka, lepas dari belenggu penjajahan serta mewujudkan suasana kehidupan bersama yang aman, damai dan sejahtera.

BACA :  Cegah Virus Corona Brigif 4 Marinir/Bs Semprot Cairan Disinfektan

Sejak dahulu para pendahulu bangsa sangat memahami dan menyadari, bahwa keberhasilan dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasionalnya, bangsa Indonesia harus mampu menjadi bangsa mandiri yang percaya akan kekuatan nasional yang dimiliki.

Hal tersebut dapat dilihat dari perjalanan sejarah perjuangan pergerakan kebangsaan yang membuahkan kemerdekaan dan menyatukan seluruh wilayah nusantara ke dalam satu kesatuan, karena perjuangan yang bersifat mandiri.

Kemandirian akan dapat terwujud bila bangsa Indonesia memiliki keteguhan untuk mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sebagai identitas, jati diri dan karakter kebangsaan Indonesia, percaya pada kekuatan dan kemampuan sendiri serta membangun kualitas sumber daya manusia agar mampu menghadapi tuntutan perubahan dan perkembangan lingkungan strategis. Semua itu harus terus diupayakan agar bangsa Indonesia memiliki daya saing yang tinggi dalam percaturan kehidupan internasional serta mampu meminimalkan ketergantungan terhadap negara lain.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki budaya, sehingga dikenal sebagai bangsa yang santun, menjunjung tinggi moral dan etika, mengedepankan pola hidup gotong-royong, guyub (selalu menjaga persatuan), memiliki empati sosial yang tinggi (sangat peka dan peduli terhadap nasib sesama bangsa), serta memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme yang tinggi.

BACA :  Hakim Minta Tergugat dan Penggugat Damai

Namun dalam sekejap semua itu telah mengalami pergeseran yang semakin menjauh dari nilai-nilai luhur budaya bangsa, akibat dari euforia reformasi yang berlebihan dan terpengaruh oleh budaya asing yang tidak sesuai, hal ini dapat kita saksikan dari dinamika kehidupan kebangsaan kita saat ini, seperti merebaknya kasus-kasus: korupsi, konflik antar kelompok, terorisme, radikalisme, meningkatnya penggunaan narkoba, seks bebas, sadisme, anarkhisme, suka menghujat dan sebagainya.

Kondisi tersebut telah mengusik rasa keprihatinan dari berbagai komponen bangsa yang masih memiliki tanggung jawab terhadap masa depan bangsa dan negara untuk meluruskan kembali kehidupan bangsa Indonesia kepada budaya, jati diri dan karakter kebangsaan Indonesia, sehingga memang dipandang perlu untuk memantapkan kembali nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh kalangan dan lapisan masyarakat melalui berbagai forum.(Team)